Bantan (Kemenag) – Di tengah
derasnya arus tantangan zaman dan beratnya beban ekonomi, 20 pasangan suami
istri dari Desa Selatbaru berkumpul di Aula Kantor Desa Kamis, (14/08/2025).
Mereka hadir bukan sekadar untuk mendengar ceramah, melainkan untuk menguatkan
ikatan cinta dan komitmen rumah tangga dalam Bimbingan Keluarga Sakinah yang
digelar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantan.
Kegiatan ini menjadi ruang
belajar bersama tentang bagaimana membangun keluarga yang utuh, harmonis, dan
penuh kasih sayang. Rata-rata peserta telah menikah selama lebih kurang lima
tahun, sebuah fase yang kerap diwarnai ujian kesabaran dan pengelolaan emosi.
Acara dibuka secara resmi
oleh H. Khaidir dari Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis. Dalam sambutannya,
ia menegaskan bahwa keluarga sakinah adalah benteng pertama menghadapi
guncangan hidup. “Jika keluarga kuat, maka bangsa pun akan tegak menghadapi
tantangan zaman,” ucapnya.
Turut hadir Kepala Desa
Selatbaru Rahayu Nendang, S.Pi., yang menyampaikan apresiasi atas upaya KUA
Bantan mendampingi warganya. Hadir pula Kepala KUA Bantan, para penghulu,
penyuluh agama, serta peserta dari lima dusun di Desa Selatbaru.
Materi bimbingan meliputi
konsep keluarga sakinah, kunci kehidupan harmonis, strategi mengatasi konflik,
hingga manajemen keuangan keluarga. Narasumber menekankan pentingnya komunikasi
yang sehat, saling menghargai, dan menjaga kepercayaan sebagai pondasi rumah
tangga.
Suasana kegiatan terasa
hangat. Peserta saling berbagi kisah, bertukar pandangan, dan menimba inspirasi
dari pengalaman satu sama lain. Senyum dan tawa kecil menghiasi diskusi, namun
di baliknya tersimpan kesungguhan untuk menjadi pasangan yang lebih baik.
Bimbingan ini diharapkan
menjadi bekal bagi para pasangan agar dapat terus merajut kasih dan menjaga
sakinah, walau kehidupan kerap datang membawa badai. Sebab, di sanalah sejatinya
kekuatan keluarga diuji dan di sanalah pula cinta sejati tumbuh semakin kokoh.