Meriah Pawai Keliling Peringatan Tahun Baru Islam di Rohul
Ringkasan:
Rokan Hulu (HUMAS)- Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1433 H di Rokan Hulu, dilaksanakan Pawai keliling massal, yang diikuti ribuan umat Islam dari berbagai segmen, mulai dari murid TPA/MDA, MI, MTS, MA, SMP, SMA/SMK, Ormas Islam, Pengurus/Imam Masjid, Lembaga Adat Melayu Riau Rohul, Pejaba...
Rokan Hulu (HUMAS)- Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1433 H di Rokan Hulu, dilaksanakan Pawai keliling massal, yang diikuti ribuan umat Islam dari berbagai segmen, mulai dari murid TPA/MDA, MI, MTS, MA, SMP, SMA/SMK, Ormas Islam, Pengurus/Imam Masjid, Lembaga Adat Melayu Riau Rohul, Pejabat/Staf Instansi Pemerintah dan umat Islam lainnya dari berbagai lini. Pawai keliling tersebut berlangsung sangat meriah, karena diikuti ribuan umat Islam Rohul.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA kepada wartawan Dinamis melalui ponselnya, Selasa (22/11).
Dikatakannya, kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (22/11) pukul 08.00 Wib, mengambil rute start dari Simpang Tangun dan finish di Pasar Tugu. Kegiatan ini, berjalan cukup meriah. Diharapkan, kegiatan ini dapat dijadikan sebagai agenda rutin umat Islam setiap tahun.
Ahmad Supardi Hasibuan menyatakan, peristiwa Hijrah adalah peristiwa yang bersifat monumental, sehingga Khalifah Umar Bin Khattab menjadikannya sebagai awal penghitungan tahun baru Islam.
Sejarah mencatat, sejak peristiwa hijrahlah, agama Islam maju dengan pesat, bukan hanya di jazirah arab tetapi juga menyebar keseluruh dunia, termasuk ke Spanyol dan dunia barat lainnya.
Untuk itu, umat islam di Rokan Hulu khususnya, diharapkan dapat memperingati tahun baru Islam ini setiap tahun. Lebih dari itu diharapkan, umat Islam dapat mengenang peristiwa hijrah, sekaligus menjadikan Hijrah sebagai sebuah konsep perubahan dalam masyarakat.
Hijrah artinya adalah berpindah. Berpindah dari hal-hal yang tidak baik ke hal-hal yang baik. Berpindah dari kejahatan kepada kebaikan. Berpindah dari kezaliman kepada keadilan. Berpindah dari perilaku koruptif kepada perilaku yang dibenarkan agama dan Negara.
Selain itu, berpindah dari kefakiran kepada kekayaan. Berpindah dari kebodohan kepada ilmu pengetahuan. Berpindah dari Nafsul Lawwamah ke nafsu muthmainnah. Berpindah dari kesombongan kepada keikhlasan, dan lain sebagainya, ujar Hasibuan. (Ash).