0 menit baca 0 %

Meski Dengan Cara Virtual, Guru MAN 1 Rokan Hulu Tetap Semangat untuk Mengajar

Ringkasan: Rokan Hulu ( Inmas ) - Setelah merebaknya virus corona di sejumlah wilayah Indonesia, banyak pemerintah daerah mulai menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dengan adanya kebijakan ini diharapkan melindungi siswa dari paparan Covid-19, sebab para siswa belajar dari rumah.  Kegiatan pem...

Rokan Hulu ( Inmas ) - Setelah merebaknya virus corona di sejumlah wilayah Indonesia, banyak pemerintah daerah mulai menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dengan adanya kebijakan ini diharapkan melindungi siswa dari paparan Covid-19, sebab para siswa belajar dari rumah.  

Kegiatan pembelajaran jarak jauh ini dimulai pada pertengahan Maret hingga saat ini, sambil terus melihat perkembangan virus corona Covid-19. Siap atau tidak, madrasah terpaksa harus siap dan beradaptasi dengan metode pembelajaran baru di tengah ketidakpastian akibat wabah virus corona. Terkendala fasilitas Wahyuningsih, S.Pd, seorang guru di MAN  1 Rokan Hulu, Riau mengatakan, sejak 18 Maret 2020 para siswa sudah melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah. Setiap hari, guru memberikan tugas untuk dikerjakan dan dikumpulkan ketika kegiatan pembelajaran. Menurutnya, pembelajaran melalui teleconference baru bisa dimulai hari ini, Rabu (24/2/2021). "Laman (teleconference) yang kami pakai di MAN 1 Rokan Hulu yaitu google meet baru bisa digunakan sekarang," kata wahyu.

Ditempat yang sama guru Bahasa Arab pada MAN 1 Rokan Hulu juga mengatakan  sangat terbantu dengan adanya adaptasi baru menggunakan google meet, karena dapat berjumpa dengan siswa walupun via virtual.

“Saya terbantu sekali dengan google meet ini dapat berjumpa dengan siswa walupun hanya dapat melihat mereka dengan jaringan, namun saya bisa menjelaskan materi saya kepada murid-murid”, papar samarita yang memiliki jiwa humor yang tinggi itu.

Kepala MAN 1 Rokan Hulu, Dewi Sami Wardani, M.Pd mengatakan sangat berterima kasih dan apresiasi kepada Kurikulum yang sudah mengatur jadwal inovasi pembelajaran di masa pandemi ini dengan merancang pembelajaran yang lebih efektif sehingga dapat mengajar dengan baik, walaupun masih ada kekurangan yang akan terjadi, dan beliau tetap berharapa agar belajar tatap muka segera normal kembali.

 “Saya sangat berterima kasih kepada kurikulum sudah merancang proses belajar mengajar kita untuk yang lebih baik, sehingga nanti ada perubahan ke lebih baik, walupun masih banyak kekurangan yang terjadi, dan kita berharap Pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga proses pembelajaran tatap muka akan segera dimulai”, tutur Dewi dengan senyuman ramah.***(Utg/Eel)