0 menit baca 0 %

MI As Sidiqiyah dan BAZNAS Siak Gelar Sedekah Dongeng Membasuh Luka Palestina dengan Cinta dan Cerita

Ringkasan: Siak (Kemenag)- Madrasah Ibtidaiyah (MI) As Sidiqiyah menggelar kegiatan bertajuk Sedekah Dongeng Membasuh Luka Palestina dengan Cinta dan Cerita. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dari kelas Satu hingga kelas Enam, ustadz dan ustadzah, serta tenaga kependidikan madrasah.

Siak (Kemenag)- Madrasah Ibtidaiyah (MI) As Sidiqiyah menggelar kegiatan bertajuk Sedekah Dongeng Membasuh Luka Palestina dengan Cinta dan Cerita. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dari kelas Satu hingga kelas Enam, ustadz dan ustadzah, serta tenaga kependidikan madrasah. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Siak dan menghadirkan Kak Jojon serta Boneka Ucup, pendongeng asal Kota Pekanbaru. Tampak hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Siak, Samparis Bin Tatan yang turut didampingi oleh Kepala MI As Sidiqiyah, Idris. Acara ini digelar di Pendopo As Sidiqiyah pada pagi hari, Jumat (09/06/2025).

Dalam sambutannya, Kepala madrasah, Idris menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pendidikan karakter bagi para santri. “Kami ingin menanamkan empati, kepedulian, dan cinta kemanusiaan dalam hati para santri sejak dini. Melalui dongeng, pesan-pesan moral dapat masuk ke dalam hati mereka dengan cara yang menyenangkan dan membekas merupakan wujud nyata pendidikan karakter bagi santri,” ujar beliau.

Sementara itu, Samparis Bin Tatan mengapresiasi semangat para santri dan keluarga besar MI As Sidiqiyah yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat mulia dan menyentuh. Tidak hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan hati untuk peduli terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Semoga sedekah ini menjadi berkah bagi yang memberi dan yang menerima,” kata beliau.

Kak Jojon bersama Boneka Ucup membawakan dongeng inspiratif tentang seorang anak yang mengantarkan ayah dan ibunya ke surga berkat ketekunan dan kebaikannya. Ia juga menceritakan kisah nyata anak-anak Palestina yang tetap tegar di tengah keterbatasan dan konflik. Cerita-cerita tersebut berhasil menyentuh hati para pendengar, terutama para santri yang larut dalam suasana haru dan reflektif.

Suasana di Pendopo As Sidiqiyah begitu khidmat dan penuh antusias. Para santri tampak menyimak dengan serius dan ekspresi yang berubah-ubah mengikuti alur cerita. Beberapa tampak menitikkan air mata saat mendengar kisah perjuangan anak-anak Palestina, sementara yang lain tersenyum bahagia menikmati kehadiran Boneka Ucup yang menghidupkan suasana dengan dialog jenaka namun sarat makna.

Dalam kegiatan ini, sedekah yang terkumpul dari para santri, guru, dan tenaga kependidikan mencapai Rp 14.300.000 dan langsung diserahkan kepada pihak BAZNAS Kabupaten Siak untuk kemudian disalurkan kepada warga Palestina.

Usai kegiatan ini, Idris mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh santri, ustadz-ustadzah, tenaga kependidikan, orang tua, serta BAZNAS Kabupaten Siak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Semoga setiap rupiah yang disedekahkan, setiap langkah yang diambil, dan setiap doa yang dipanjatkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, serta menjadi bekal kebaikan di dunia dan akhirat,” tutur beliau penuh haru.

Kegiatan Sedekah Dongeng Membasuh Luka Palestina ini tidak hanya menjadi sarana edukasi yang menghibur, tetapi juga momentum membangun empati dan kepedulian sosial di kalangan para santri sejak dini. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi, MI As Sidiqiyah bersama BAZNAS Kabupaten Siak menunjukkan bahwa aksi kecil dari lingkungan madrasah mampu memberikan dampak besar bagi sesama, khususnya bagi saudara-saudara kita di Palestina. (Rwh/Fz)