0 menit baca 0 %

MI dan RA Assafira Bangun Karakter Siswa Melalui Rutinitas Penyambutan dan Mengaji Pagi

Ringkasan: Kampar (kemenag), 31 Juli 2025 Setiap pagi, MI dan RA Assafira melaksanakan rutinitas penyambutan anak dan kegiatan mengaji sebelum memasuki kelas. Kegiatan ini telah menjadi bagian dari budaya madrasah yang tidak hanya membentuk kedekatan emosional antara guru dan siswa, tetapi juga memberikan peng...

Kampar (kemenag), 31 Juli 2025 – Setiap pagi, MI dan RA Assafira melaksanakan rutinitas penyambutan anak dan kegiatan mengaji sebelum memasuki kelas. Kegiatan ini telah menjadi bagian dari budaya madrasah yang tidak hanya membentuk kedekatan emosional antara guru dan siswa, tetapi juga memberikan pengaruh positif terhadap semangat belajar anak-anak sejak awal hari.

Penyambutan hangat yang dilakukan oleh para guru menjadi momen penting untuk menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan dihargai bagi setiap anak. “Kehangatan di pagi hari sangat berarti bagi anak-anak. Mereka merasa disambut dan diterima, sehingga lebih siap menjalani aktivitas belajar,” ujar salah satu guru MI Assafira.

Setelah penyambutan, anak-anak diarahkan untuk mengikuti kegiatan mengaji pagi. Aktivitas ini bukan hanya sebagai rutinitas ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan karakter dan pembiasaan akhlak yang mulia. Mengaji pagi memberikan ketenangan, ketekunan, serta memperkuat hubungan anak-anak dengan Al-Qur’an sejak usia dini.

Manfaat spiritual dan mental dari mengaji pagi telah dirasakan oleh seluruh civitas madrasah. “Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang disiplin, cinta ilmu, dan memiliki fondasi akhlak yang kuat. Mengaji pagi adalah salah satu ikhtiar kami dalam menanamkan nilai-nilai itu,” ungkap salah satu pembina RA Assafira.

Melalui kebiasaan ini, MI dan RA Assafira berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter unggul sejak dini. Harapannya, anak-anak tak hanya cerdas secara akademis, tapi juga kuat secara spiritual dan emosional dalam menghadapi tantangan masa depan.

 

(zaipul)