Pelalawan โ Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pelalawan, Abdul Wahid, didampingi staf pendis Khairi, menghadiri sekaligus mengikuti Workshop Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan oleh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Nafis, Pangkalan Kerinci, pada Rabu (6/8).ย Acara yang diikuti seluruh dewan guru dan Kepala Madrasah, Rahayu, ini menghadirkan narasumber dari Pekanbaru, Bapak Realis, seorang pendidik yang aktif mengampanyekan pendekatan pendidikan berbasis nilai-nilai kasih sayang, empati, dan spiritualitas dalam proses belajar mengajar.
Workshop ini bertujuan untuk membekali para guru dengan pendekatan pedagogis yang lebih humanis, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang hangat dan inklusif. Melalui kurikulum berbasis cinta, guru diharapkan tidak hanya fokus pada aspek kognitif siswa, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan karakter mereka.ย Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan menggali lebih dalam tentang cara mengimplementasikan pendekatan ini dalam praktik di kelas.
Abdul Wahid dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pendekatan ini sejalan dengan visi Kemenag dalam menciptakan pendidikan madrasah yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk kepribadian mulia peserta didik. โWorkshop ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pendidikan yang menyentuh hati dan membangun karakter kuat generasi mendatang,โ ungkapnya.
Kemenag Pelalawan berharap melalui workshop ini, para guru dapat mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten dalam kegiatan pembelajaran di madrasah. Dengan pendekatan yang lebih empatik dan spiritual, nilai-nilai cinta, kasih sayang, dan empati diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari materi ajar, tetapi benar-benar hadir dalam interaksi sehari-hari antara guru dan siswa. Dengan demikian, madrasah mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga luhur dalam akhlak dan kuat dalam karakter.(dbs)