0 menit baca 0 %

Milad Ke -21 MAN 2 Bengkalis, Ustadz Filusman Lc: Ciptakan Generasi Sholeh Awali dengan Doa

Ringkasan: Bukit Batu (Kemenag) -  Bersempena Milad MAN 2 Bengkalis, menghadirkan Ustadz Filusman Lc dari Kota Bengkalis untuk memberikan tausiah tentang menciptakan generasi yang sholeh harus diawali dengan doa. Sabtu, 18/01/2025 di halaman MAN 2 Bengkalis.Mengawali tausiahnya ustadz Filusman mengatakan kena...

Bukit Batu (Kemenag) -  Bersempena Milad MAN 2 Bengkalis, menghadirkan Ustadz Filusman Lc dari Kota Bengkalis untuk memberikan tausiah tentang menciptakan generasi yang sholeh harus diawali dengan doa. Sabtu, 18/01/2025 di halaman MAN 2 Bengkalis.

Mengawali tausiahnya ustadz Filusman mengatakan kenapa roh Nabi Ibrahim AS diletakkan dilangit yang ketujuh (tertinggi) karena itu merupakan penghormatan terhadap diri beliau yang memiliki iman yang kuat dan juga memiliki istri dan anak yang taat.

“Nabi Ibrahim merupakan sosok nabi yang memiliki keluarga yang sempurna. Berasal dari Ayah yang taat, kedua istri yang taat dan anak yang taat”. Lanjut Filusman

“Nabi Ibrahim mempunyai anak Nabi Ismail dengan usia muda 12 tahun. Usia 12 tahun ini adalah sosok bagi generasi muda yang kala itu imannya sangat teguh.   

Nabi Ibrahim berdoa “ Ya Allah berikanlah aku anak yang sholeh”.

Nabi Ibrahim mempunyai dua orang istri, Pernikahan pertamanya dengan siti sarah tidak dikarunai anak, namun pernikahannya dengan istri keduanya Siti Hajar dikarunai anak yakni Nabi Ismail AS.

Saat Nabi Ibrahim diperintah Allah SWT menyembelihkan anaknya Nabi Ismail, disinilah sikap nabi Ismail sebagai sosok seorang pemuda yang tangguh dan sholeh itu ditunjukkannya. Berkat keshalehan ayah, isteri dan anak inilah ujian menyembelihkan anak itu lulus dijalani oleh keluarga sholeh ini.

Dialog Nabi Ismail dengan ayahnya Nabi Ibrahim secara singkat sebagai berikut.

Nabi Ibrahim : Sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku, aku menyembelihmu lalu apa pendapatmu

Nabi Ismail : Laksanakanlah wahai ayah, semoga aku menjadi anak yang sabar.

Ungkap Nabi Ismail berikutnya: Wahai ayahku jangan ragu untuk menyembelihku, kuatkan ikatanku, singsingkan lengan tangan bajumu, dan lajukan ayunan pisaumu serta sampaikan salamku kepada ibu (Siti Hajar).

Dialog nabi Ismail inilah yang menguatkan nabi Ibrahim untuk menjalankan perintah Allah SWT, sehingga Allah SWT gantikan nabi Ismail dengan seekor kibas dari syurga.

Ketaatan nabi Ismail sebagai anak yang sholeh melalui ungkapannya diatas diabadikan di dalam kitab al Quran. Sikap seperti inilah yang patut kita teruskan dengan mengawali pekerjaan dengan doa dari seorang ayah juga buat ayah-ayah yang lain, serta ketaatan sekeluarga nabi Ibrahim dan isterinya inilah yang wajib kita teladani untuk menciptakan genearsi yang qurani. Sabar, Tangguh, Kuat Iman, Taat Kepada Orang Tua dan Kepada Allah SWT. Wallahualam.