Siak (Kemenag) - Senin, (15/12/2025), Pemerintah Kabupaten Siak memulai langkah percepatan yang masif dan terstruktur dalam persiapan menyambut Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan Tahun 2026. Sebuah audiensi penting digelar bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Pekanbaru untuk memfinalisasi strategi dan memetakan aksi kolaboratif yang akan dilakukan.
Pertemuan yang menandakan keseriusan Pemkab Siak ini berlangsung di Ruang Rapat Pucuk Rebung (Lt I) Kantor Bupati Siak. Rapat dipimpin langsung oleh Dr. H. Fauzi Asni, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, yang menekankan bahwa keberhasilan program ini memerlukan integrasi penuh dari seluruh jajaran.
Keunikan dan kekuatan dari audiensi ini terletak pada cakupan pesertanya yang sangat komprehensif. Bupati Siak secara khusus mengundang belasan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang perannya bersentuhan langsung dengan rantai pangan masyarakat, mulai dari regulasi hingga pelayanan kesehatan.
Di antara jajaran yang hadir, tampak Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Siak, Dr. H. Erizon Efendi, yang kehadirannya menegaskan bahwa aspek keagamaan seperti meliputi aspek kehalalan dan edukasi berbasis agama juga menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi keamanan pangan.
Selain Kakan Kemenag, meja rapat dipenuhi oleh perwakilan dari berbagai bidang, termasuk Kepala Bapperida, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Kepala Dinas PMPTSP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan Kepala Dinas Kominfo. Sementara itu, untuk memastikan kesiapan respons kesehatan, turut hadir Plt. Direktur RSUD T. Rafi'an dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan.
Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Siak dan Balai Besar POM Pekanbaru berkomitmen untuk merumuskan rencana aksi terpadu. Tujuannya adalah memperkuat sistem pengawasan pangan, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta memastikan bahwa seluruh produk pangan yang dikonsumsi warga Siak telah memenuhi standar mutu dan keamanan Nasional sebelum Program Prioritas Nasional 2026 resmi bergulir. (Hd)