Kampar (Humas) - Tiap tanggal 20 Mei diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional di Indonesia. MIN 1 Kampar juga turut memperingati hari bersejarah ini dengan melaksanakan upacara yang khidmat. Bertempat di lapangan upacara MIN 1 Kampar itu sendiri, seluruh murid dari kelas 1 hingga kelas 6 beserta jajaran majelis guru juga tata usaha hadir sebagai peserta upacara pada Senin (20/05/2024) pagi.
Bertindak sebagai Pembina Upacara yakni Bu Fauziah, S.Pd.I, guru wali kelas 3A. Beliau dalam amanatnya menyampaikan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo), Budi Arie Setiadi.
Sementara itu yang menjadi petugas dalam upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional di MIN 1 Kampar kali ini ialah dari kelompok guru-guru PPL. Tampak mulai dari Pemimpin Upacara, Petugas Pengibar Bendera, Protokol, Pembacaan UUD 1945, hingga Pembaca Doa.
Dalam sambutannya, Bu Fauziah sebagai perpanjangan tangan dari sambutan Menteri Kominfo mengatakan bahwa hari-hari ini merupakan saatnya kebangkitan kedua menuju Indonesia Emas. Dengan realitas kemajuan teknologi saat ini, menjadi pembuka ruang imajinasi atas ide-ide peradaban bagi generasi penerus bangsa Indonesia.
Inovasi teknologi digital bertumbuh setiap hari. Kecepatannya bak lompatan kuantum. Dalam dua dekade terakhir, perubahannya demikian pesat. Teknologi digital, misalnya, telah melesat jauh melampaui bayangan banyak orang. Setidaknya, tak terbayangkan dalam tiga dekade yang lalu, bahwa hari ini akan seperti ini. Teknologi digital telah menebas banyak keterbatasan manusia. Dunia seakan mengerdil. Semua seperti mendekat, terpampang di depan mata. Jarak bagai tak lagi relevan. Kehadiran visual menyempurnakan kehadiran suara.
Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting bagi kita hari ini. Kita harus menatap masa
depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Kemajuan telah terpampang di
depan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa.
Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Di titik
inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital
kita, menjadi modal dasar menuju “Indonesia Emas 2045”. (Cicy/Fatmi/Agus)