0 menit baca 0 %

MIN 1 Pekanbaru Raih Juara 3 Festival Video Pendek GTK Madrasah 2021

Ringkasan: MIN 1 Pekanbaru berhasil meraih juara 3 pada Festival Video Pendek yang ditaja oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag RI.  Pengumuman pemenang disampaikan pada acara malam penganugerahan pemenang yang dilaksanakan secara daring Selasa malam (10/8/2021).Sebelumnya video...

MIN 1 Pekanbaru berhasil meraih juara 3 pada Festival Video Pendek yang ditaja oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag RI.  Pengumuman pemenang disampaikan pada acara malam penganugerahan pemenang yang dilaksanakan secara daring Selasa malam (10/8/2021).

Sebelumnya video ini berhasil masuk 20 besar nominasi setelah bersaing dengan 531 peserta dari seluruh Indonesia.  Festival video pendek tahun 2021 ini mengusung tema ‘Guru Kreatif, Guru Inovatif, Guru Inspiratif.’  Peserta dapat memilih salah satu tema lomba yaitu guru madrasah mengajar di kelas digital, guru madrasah mengajar di masa pandemi (learning recovery) dan peran guru madrasah terhadap lingkungan sosial masyarakat.

Video yang berjudul ‘Sama-Sama Senang’ ini merupakan karya tim kreatif Humas MIN 1 Pekanbaru yang terdiri dari Eva Diana, Parti Ningsih, Dasmarni dan Siska Septia Yuliani.   Video ini menggambarkan kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai menyebabkan siswa mengalami kejenuhan dalam pembelajaran daring.  Pada video ini guru melakukan learning recovery yaitu, bagaimana cara mengembalikan semangat tetap hidup dengan melakukan inovasi pembelajaran daring.

Dalam sambutannya Direktur GTK Madrasah Muhammad Zain mengatakan melalui festival video pendek ini  guru dan tenaga kependidikan dapat mengembangkan inovasi dan kreatifitasnya. Adapun nama-nama madrasah pemenang adalah :

Juara 1 MTs At Tarbiatul Ulumil Huda Bandung Barat

Juara 2 MTs Muhammadiyah Batang

Juara 3 MIN 1 Pekanbaru

Juara Harapan MIM Nurul Iman Pulung Kencana Tulang Bawang Barat

Juara Harapan 2 MAN 2 Jombang

Juara Harapan 3 MTsN 4 Bandung Barat

“Saat ini seluruh dunia mengalami learning loss dimana menurunnya kemampuan belajar siswa karena diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Guru dituntut untuk mencegah potensi learning loss ini dengan melakukan inovasi dan kreatifitas terkait learning recovery.  Kita punya tanggung jawab untuk melakukan pemulihan terhadap proses pembelajaran sehingga anak-anak kita semakin antusias dengan pembelajaran yang update dan friendly,” lanjutnya.(Eva/Rizq)