Indragiri Hulu, (Inmas). Kewajiban di bulan Ramadhan bagi umat Islam selain berpuasa adalah menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan bagi seorang muzakki yang telah memiliki kemampuan untuk menunaikannya sekali dalam satu tahun, yaitu saat bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri. Ketentuan jumlah zakat fitrah adalah sebesar satu sha' atau nilainya sama dengan 2,5 kilogram beras, gandum, kurma, sagu, atau makanan pokok lainnya sesuai dengan daerah masing-masing.
Tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah menyucikan diri dan harta yang dimiliki serta menyempurnakan serangkaian ibadah yang telah dilakukan di bulan Ramadhan. Tidak sempurnalah keislaman seorang muslim yang mampu jika tidak mengeluarkan zakat fitrah. Selain itu, zakat fitrah juga untuk menunjukkan kepedulian kepada orang-orang yang kurang beruntung untuk berbagi kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri.
Terkait dengan hal tersebut, pada tanggal 26 s.d 27 Maret 2024, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) MIS Darul Ulum, alamat Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat Barat melaksanakan penerimaan zakat fitrah dari peserta didik dan majelis guru.
Mekanisme penyaluran zakat kepada mustahiq bersifat konsumtif dan produktif. Zakat konsumtif adalah zakat yang secara langsung diperuntukkan bagi mereka yang tidak mampu dan sangat membutuhkan, terutama fakir miskin. Zakat konsumtif diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup para mustahiq (penerima zakat), seperti kebutuhan makanan, pakaian dan tempat tinggal secara wajar. Salah satu bentuk penyalurannya berupa paket sembako maupun dalam bentuk uang yang pada umumnya diberikan pada bulan Ramadhan.
Rabu 27 Maret 2024 M/16 Ramadhan 1445 H, sebelum buka puasa bersama, kepala MIS Darul Ulum Toni Candra, S.Pd.I salurkan zakat konsumtif (hasil zakat fitrah) kepada siswa anak yatim. Selain kepada siswa, zakat konsumtif juga disalurkan kepada mustahiq sekitar madrasah.
“Salah satu program rutin di bulan Ramadhan MIS Darul Ulum adalah pengumpulan zakat fitrah dari peserta didik, guru dan tenaga kependidikan. Program tersebut merupakan pembelajaran secara nyata kepada peserta didik terhadap rukun Islam ke empat sekaligus pembentukan karakter untuk peduli terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkannya”, ujar Toni Candra.(tulang)