Pekanbaru ( Kemenag )--- Kegiatan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah se-Kabupaten Kampar yang digelar di Hotel Mas Graha Pekanbaru pada Selasa (26/8/2025) berlangsung khidmat dan penuh semangat. Acara ini resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi, M.Pd., didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, H. Fuadi Ahmad.
Kegiatan strategis ini terselenggara berkat kerja sama Forum Induk Kelompok Kerja Madrasah (FIKKM) Kabupaten Kampar dengan Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru, dan diikuti oleh 75 Kepala Madrasah dari berbagai wilayah di Kabupaten Kampar.
Dalam kesempatan tersebut, H. Fuadi Ahmad yang juga hadir sebagai narasumber, menekankan pentingnya implementasi moderasi beragama di lingkungan madrasah. Menurutnya, kepala madrasah bukan hanya pemimpin lembaga pendidikan, tetapi juga figur teladan dalam menanamkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan cinta tanah air.
ย โModerasi beragama harus menjadi ruh dalam setiap aktivitas di madrasah. Bukan hanya sebatas konsep, tetapi harus benar-benar diimplementasikan dalam sikap, tindakan, dan kebijakan yang kita ambil. Kepala madrasah harus mampu mengajarkan bagaimana beragama dengan kokoh sekaligus menghargai perbedaan,โ tegasnya.
Lebih lanjut, Kakankemenag Kampar mengaitkan moderasi beragama dengan Asta Protas Kemenag, di mana penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan menjadi prioritas utama Kementerian Agama. Ia berharap para kepala madrasah mampu menjadikan madrasah sebagai pusat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, serta berwawasan kebangsaan.
Kepala Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru, Aprianto, dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepala madrasah dalam manajemen pendidikan sekaligus memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di masyarakat.
Dengan bekal yang diperoleh dari pelatihan ini, para kepala madrasah di Kabupaten Kampar diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan abad 21, sekaligus berkontribusi nyata dalam menguatkan moderasi beragama di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
( Fatmi )