Kampar ( Kemenag )--Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti acara Tasyakuran dan Wisuda Perdana Santri Kelas 3 Wustha Pondok Tahfiz Baitul Qur’an Kampar
Acara ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan wisuda angkatan pertama sejak pondok ini berdiri dan menjadi tonggak awal lahirnya generasi Qur’ani dari BQ Kampar.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan sambutan dari Pimpinan Pondok, Ustadz Al Furqan, S.I.A., yang menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para santri dalam menuntaskan masa belajarnya. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa wisuda ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari misi hidup bersama Al-Qur’an.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dihafal, tetapi untuk dihidupkan dalam perilaku. Teruslah menjadi pelita di tengah masyarakat, karena umat menanti cahaya dari kalian,” ujar Ustadz Al Furqan.
Keharuan semakin terasa saat Ibu Bintil Khomi mewakili wali santri menyampaikan kesan dan pesan. Ia mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kesabaran para guru dalam mendidik anak-anak mereka.
“Kami menitipkan anak-anak dalam keadaan biasa, namun hari ini kami menyaksikan mereka berdiri membawa kemuliaan Al-Qur’an. Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh keluarga besar pondok,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustadz Baharuddin, Lc., yang mengingatkan pentingnya menjaga hubungan spiritual dengan Al-Qur’an setelah keluar dari lingkungan pondok. Beliau juga menekankan bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki tanggung jawab besar terhadap umat.
Salah satu momen yang paling menggetarkan hati adalah penampilan tasmi’ Al-Qur’an oleh para santri wisudawan. Dengan suara merdu dan penuh kekhusyukan, mereka memperdengarkan lantunan hafalan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada guru, orang tua, dan tentu saja, kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan doa Khatmul Qur’an secara bersama-sama, yang menggema penuh kekhusyukan dan menjadi puncak spiritual dari keseluruhan rangkaian acara.
Prosesi wisuda santri dilangsungkan secara simbolis dengan pemanggilan nama dan penyerahan piagam, penghargaan, serta cendera mata kepada para santri yang telah menyelesaikan program pendidikan di Baitul Qur’an Kampar.
Acara ditutup dengan makan siang bersama, di mana seluruh tamu undangan, wali santri, dewan guru, dan santri berbagi kehangatan dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan.
Dengan wisuda perdana ini, Baitul Qur’an Kampar mencatat sejarah baru dalam upaya mencetak generasi penjaga dan pengamal Al-Qur’an. Semoga para santri terus melangkah menjadi cahaya di tengah umat dan pembela nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan. ( Fatmi/ Cicy )