0 menit baca 0 %

Momentum Hari Arafah, 245 CPNS Resmi Bergabung di Kemenag Riau

Ringkasan: Riau (Kemenag)- Suasana suka cita dan harapan menyelimuti Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau saat sebanyak 245 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, Kamis (5/6/2025).Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indone...
Riau (Kemenag)- Suasana suka cita dan harapan menyelimuti Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau saat sebanyak 245 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, Kamis (5/6/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, terpusat secara luring di Jakarta dan diikuti secara daring oleh seluruh provinsi, termasuk Riau.

Yang istimewa, momen penyerahan SK ini bertepatan dengan Hari Arafah, hari suci yang penuh makna bagi umat Islam. Momentum ini diharapkan menjadi inspirasi awal dalam perjalanan pengabdian para CPNS di Kementerian Agama.

Kepala Kanwil Kemenag Riau, H. Muliardi, yang memberikan sambutan langsung dari Tanah Suci secara daring, menyampaikan bahwa menjadi CPNS adalah hasil dari proses panjang yang bukan sekadar formalitas, tetapi sebuah keniscayaan yang membawa tanggung jawab besar.

“Ketika sudah menjadi bagian dari Kementerian Agama, maka seluruh konsekuensinya harus dijalani. Kemenag bukan kementerian biasa ini adalah institusi pelayanan umat yang dibutuhkan 24 jam sehari. Tantangan di sini tidak bisa dibandingkan dengan kementerian lain,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa Kementerian Agama merupakan wajah negara dalam urusan keagamaan. Oleh karena itu, para CPNS dituntut untuk menjunjung tinggi nilai-nilai dasar yang menjadi pijakan Kemenag, seperti menjaga kerukunan antarumat beragama, berpikir secara makro dalam bertindak, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam bekerja dan berperilaku.

“Kita tidak hanya mengurus satu agama, tapi semua agama yang diakui negara. Maka jaga nilai-nilai keikhlasan dan keagamaan itu dalam setiap tugas,” ujarnya mengingatkan.

Senada dengan itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau, H. Rahmat Suhadi, turut menyampaikan rasa syukur atas bergabungnya 245 CPNS baru yang akan ditempatkan di Kanwil dan seluruh satuan kerja di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

“Bersyukur kepada Allah SWT karena doa-doa Bapak/Ibu dikabulkan untuk menjadi bagian dari Kemenag. Namun ini bukan akhir, melainkan awal dari pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,” ujarnya.

Dengan diterimanya SK pada hari penuh berkah ini, para CPNS di lingkungan Kanwil Kemenag Riau resmi memulai langkah pengabdiannya. Sebuah perjalanan panjang yang menuntut integritas, keikhlasan, dan pengabdian tulus demi pelayanan umat yang paripurna.

Acara ini juga menjadi bagian dari kegiatan nasional yang dihadiri oleh Plh Sekjen Kemenag RI, Suyitno, M.Ag, serta para pejabat tinggi madya, pratama, administrator, hingga panitia seleksi pusat. 

Dalam sambutannya, Suyitno menekankan pentingnya kesiapan dan pemantasan diri sejak awal pengangkatan, terlebih tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks dengan hadirnya era digital, kecerdasan buatan (AI), dan berbagai disrupsi teknologi.

“Generasi CPNS saat ini adalah generasi netis, generasi digital. Maka kompetensi, skill, serta kearifan dan kebijaksanaan harus berjalan seiring,” ujar Suyitno.

Sementara itu, Kepala Biro SDM Kemenag RI, Dr. Wawan Junaidi, M.A., dalam laporannya mengungkapkan bahwa formasi tahun ini adalah yang terbesar dalam sejarah Kemenag, dengan 17.218 CPNS dan 71.442 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang diterima.

Menariknya, sebanyak 97 alumni Ma’had Aly juga berhasil lulus sebagai CPNS, yang menjadi tonggak penting dalam pengakuan kesetaraan pendidikan pesantren. Selain itu, sejumlah formasi juga diprioritaskan untuk putra-putri Kalimantan yang nantinya akan bertugas di Ibu Kota Negara (IKN), meskipun untuk sementara waktu mereka ditempatkan di daerah domisili masing-masing.

Meski sudah menerima SK, para CPNS masih berstatus calon dan diwajibkan mengikuti pelatihan dasar (latsar), tes kesehatan, serta evaluasi kinerja dan perilaku. Jika seluruh tahapan itu dijalani dengan baik, barulah mereka akan resmi dilantik sebagai PNS.

“Kinerja itu bukan hanya soal hasil kerja, tapi juga bagaimana perilaku kerja ditunjukkan setiap hari. Satker di daerah juga punya peran penting dalam membentuk orientasi budaya kerja,” ujar Suyitno menutup sambutannya. (*)