Rokan Hilir (Kemenag)- Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1446 H, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Furqon Kecamatan Sinaboi mengundang Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir Asril Hamidi menjadi penceramah dalam kegiatan dimaksud, Selasa (1/10/24).
Dalam ceramahnya Penyuluh Agama Islam asal Kabupaten Kampar tersebut mengajak siswa implementasikan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan Sehari-hari. Yang mana nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk amal ma'ruf nahi mungkar.Â
Asril tekankan agar seluruh siswa menjauhi perbuatan yang berpotensi mendatangkan dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil seperti meninggalkan sholat, judi, narkoba, minum minuman keras, berpacaran, ghibah, berbohong, mencuri sebagaimana ajaran Rasulullah melarang itu semua.
Lebih lanjut Asril mengajak para siswa untuk terus berbakti kepada kedua orang tua dan menghormati guru mereka. Karena menurutnya berbakti dan menghormati orang tua itu hukumnya adalah wajib lalu Asril menghimbau agar mereka terus mencari ridho kedua orang tua dalam kehidupan sehari-hari dan menghindari murkanya.
Dalam kesempatan itu juga Asril menjelaskan hikmah dibalik memperingati maulid Nabi Muhammad SAW kepada keluarga besar MTs Al-Furqon yang asyik mendengarkan ceramahnya. Menurutnya memperingati Maulid Nabi ini bukan hanya peringatan ceremonial saja melainkan banyak hikmah yang terkandung didalamnya.
Menutup ceramahnya Asril sempat memberikan reward berupa bingkisan kepada salah seorang siswa yang berhasil menyebutkan nasab Nabi Muhammad SAW hingga 22 keturunan dari Adnan sampai RasulullahRasulullah tentunya hal mengundang decak kagum semua yang hadir dan menambah kemeriahan acara.
Selesai ceramah, saat dimintai keterangan Asril mengungkapkan kegembiraan dapat berceramah dan memperingati Maulid Nabi secara bersama-sama "Alhamdulillah, kita semua telah bersama-sama memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Semoga peringatan ini semakin mendekatkan kita pada Rasulullah," ujarnya.
"Materi yang saya sampaikan tadi sangat relevan dengan siswa, dengan harapan setelah ini mereka semakin memperbaiki dirinya, menjauhkan dari perbuatan yang dilarang agama dan mencontoh serta melaksanakan ajaran Nabi Muhammad SAW, semoga menambah keimanan mereka," tutupnya. (Humas)*