0 menit baca 0 %

Monev Bantuan Inkubasi Pesantren: Kemenag Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Senin (15/9/2025), Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren) Kankemenag Kabupaten Indragiri Hulu, H. Syahril, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) program Bantuan Inkubasi Pesantren di Pondok Pesantren Asy-Syaakiriin, Kecamatan Sungai Lala.

Indragiri Hulu (Kemenag) โ€“ Senin (15/9/2025), Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren) Kankemenag Kabupaten Indragiri Hulu, H. Syahril, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) program Bantuan Inkubasi Pesantren di Pondok Pesantren Asy-Syaakiriin, Kecamatan Sungai Lala. Program ini merupakan inisiatif Kementerian Agama untuk memperkuat kemandirian pesantren melalui dukungan pendanaan dan pengembangan unit usaha produktif.

H. Syahril menegaskan bahwa bantuan ini bukan semata hibah, tetapi investasi jangka panjang bagi kemandirian pesantren. โ€œPesantren harus mampu berdiri secara mandiri dengan membangun unit bisnis yang tidak hanya menopang kebutuhan internal, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,โ€ jelasnya.

Bantuan Inkubasi Pesantren dirancang untuk memperkuat kapasitas manajemen pesantren dalam mengelola usaha, sekaligus mendorong kolaborasi dengan pemangku kepentingan lain, mulai dari pemerintah daerah hingga mitra swasta. Dengan demikian, pesantren dapat bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat tanpa mengabaikan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan agama.

Bagi masyarakat, program ini diharapkan membawa dampak langsung berupa terciptanya lapangan kerja baru, peningkatan keterampilan santri dalam bidang kewirausahaan, serta tumbuhnya roda ekonomi lokal yang berkelanjutan. Selain itu, pesantren yang mandiri secara finansial diyakini akan lebih fokus dalam menjalankan misi pendidikan dan dakwah.

Pesantren Asy-Syaakiriin, sebagai salah satu penerima manfaat, kini tengah mengembangkan unit usaha berbasis kebutuhan lokal. Upaya ini menjadi contoh nyata bahwa pesantren tidak hanya mencetak generasi berilmu, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi di tingkat akar rumput.

(Reski)