0 menit baca 0 %

Monitoring Pembinaan Pegawai KUA Kec.Tapung Hulu : Menjemput Layanan Berdampak

Ringkasan: Kampar (Kemenag) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tapung Hulu menjadi titik lokasi pembinaan pegawai serta monitoring oleh Kantor Kemenag Kampar pada Selasa (05/08/2025). Kasubbag Tata Usaha H. Ahmad Fadhli, SH, MM beserta Kepala Seksi Bimas Islam H.

Kampar (Kemenag) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tapung Hulu menjadi titik lokasi pembinaan pegawai serta monitoring oleh Kantor Kemenag Kampar pada Selasa (05/08/2025). Kasubbag Tata Usaha H. Ahmad Fadhli, SH, MM beserta Kepala Seksi Bimas Islam H. Zulfaimar, MAP turun langsung dalam memberikan pembinaan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Fadhli menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pegawai Kantor KUA sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Diantaranya ialah Loyalitas, Disiplin, Kinerja, dan Inovasi. Hal tersebut merupakan pokok utama yang harus dipatrikan oleh ASN dalam bekerja.

“Empat konsep penting ini saling terkait dalam konteks individu ataupun berorganisasi. Loyalitas mengacu pada kesetiaan, disiplin mengacu pada disiplin waktu, Kinerja dan Inovasi mengacu pada kreatifitas. KUA yang saat ini merupakan perpanjangan tangan Kantor Kemenag Kampar dalam menyentuh langsung masyarakat, pasti akan menjadi kacamata pertama bagi mereka untuk menggambarkan Kementerian Agama,” ucap Fadhli.

Monitoring ini diikuti oeh seluruh pegawai KUA Kec.Tapung Hulu, termasuk Kepala KUA Abdul Latif. Tidak lupa pula Kepala KUA Abdul Latif mengatakan bahwa beliau memiliki pandangan yang sama terhadap pesan dari Kasubbag TU. Loyalitas dan Disiplin dapat mendukung kinerja yang baik. Sementara Kinerja dan Inovasi akan dapat mencapai tujuan organisasi dengan baik.

Sebelum berakhir, Kepala Seksi Bimas Islam H. Zulfaimar menyatakan apresiasi tinggi terhadap program BRUS (Bina Remaja Usia Sekolah) yang telah dilakukan oleh KUA-KUA se-Kab.Kampar.

“Kegiatan BRUS ini ternyata memiliki tempat tersendiri bagi sekolah ataupun madrasah, dan justru telah menarik perhatian beberapa organisasi kemasyarakatan diluar Kementerian Agama. Ini sudah merupakan pertanda baik untuk kita dapat melanjutkan program berdampak ini,” tutup Zulfaimar.

(Cicy)