Mandau (Kemenag) –
Penyuluh Agama Islam KUA Mandau, Marniati, kembali
menunjukkan peran pentingnya dalam mendampingi generasi muda. Pada sebuah sesi
konsultasi, ia memberikan bimbingan dan motivasi kepada seorang mahasiswi
bernama Aira, yang datang menyampaikan keluh
kesahnya mengenai kurangnya semangat dalam menjalani kehidupan, terutama di
dunia perkuliahan.
Aira dengan jujur mengungkapkan perasaan lelah, jenuh, dan
kehilangan arah dalam menjalani aktivitas perkuliahan. Ia merasa motivasinya
menurun dan sulit menemukan kembali semangat untuk belajar.
Dengan gaya bahasa khas yang lembut namun penuh makna,
Marniati mendengarkan dengan penuh empati. Ia kemudian memberikan solusi yang
imajinatif dan menyentuh, sehingga mudah dipahami serta mengena di hati Aira.
“Hidup ini ibarat perjalanan panjang. Kadang kita lelah, tapi jangan berhenti.
Ambil jeda, tarik napas, lalu melangkah lagi. Karena setiap langkah kecil yang
kamu ambil, itu sedang mendekatkanmu pada impian besar,” ungkap Marniati.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap mahasiswa pasti pernah
mengalami titik jenuh, namun yang membedakan adalah bagaimana mereka bangkit
kembali. Marniati menyarankan agar Aira menata kembali tujuan hidup, membangun
lingkungan pertemanan yang positif, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah
sebagai sumber kekuatan utama.
Sesi konsultasi ini berlangsung hangat, penuh dengan dialog
interaktif. Aira merasa lega setelah mendapatkan arahan. Ia mengaku lebih
bersemangat dan siap kembali menata langkahnya di dunia perkuliahan.
“Alhamdulillah, rasanya hati jadi lebih ringan. Saya seperti menemukan kembali
energi yang hilang,” ungkapnya.
Melalui layanan konsultasi ini, KUA Mandau kembali
menegaskan perannya tidak hanya di bidang administrasi keagamaan, tetapi juga
sebagai pusat pembinaan dan pendampingan umat, khususnya generasi muda, agar
tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, optimis, dan berdaya.