0 menit baca 0 %

Motivasi Jemaah Tingkatkan Ibadah, Muhammad Ridwan Berikan Kajian tentang Meraih Malam Lailatul Qadar Menurut Para Ulama dan Rasulullah

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam rangka meningkatkan pemahaman umat Islam tentang keutamaan malam Lailatul Qadar, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, menyampaikan kajian dengan tema "Mencapai Malam Lailatul Qadar Menurut Para Ulama dan Rasulullah."Kegiatan...

Kuansing (Kemenag) – Dalam rangka meningkatkan pemahaman umat Islam tentang keutamaan malam Lailatul Qadar, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, menyampaikan kajian dengan tema "Mencapai Malam Lailatul Qadar Menurut Para Ulama dan Rasulullah."

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Falah, Sentajo Raya, ini dihadiri oleh ratusan jamaah yang antusias mendengarkan pemaparan tentang amalan-amalan yang dianjurkan untuk meraih keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada 20 Maret 2025

Dalam kajiannya, Muhammad Ridwan menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Qadr ayat 1-3:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."

Beliau juga mengutip hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, yang menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, khususnya di malam-malam ganjil.

Menurut Muhammad Ridwan, para ulama terkemuka seperti Imam Al-Ghazali, Ibnu Qayyim, dan Imam Nawawi berpendapat bahwa tanda-tanda Lailatul Qadar bisa dirasakan melalui ketenangan malam, cahaya bulan yang lebih terang, serta suasana yang damai dan penuh ketenteraman.

"Rasulullah menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya dengan shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa, terutama doa yang diajarkan kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku)," jelas Muhammad Ridwan.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menjaga kesucian hati, memperbanyak sedekah, dan berbuat kebaikan kepada sesama sebagai bagian dari persiapan untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar.

Para jamaah yang hadir merasa tercerahkan dengan kajian ini. Salah seorang peserta, Haji Abdullah, menyampaikan kesan positifnya, "Penjelasan yang disampaikan Ustaz Muhammad Ridwan sangat jelas dan menginspirasi. Saya semakin termotivasi untuk meningkatkan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan."

Kajian ini merupakan bagian dari program dakwah rutin KUA Kecamatan Sentajo Raya yang bertujuan membimbing umat Islam dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan baik. Dengan adanya kajian seperti ini, diharapkan semakin banyak umat Islam yang bersungguh-sungguh dalam mencari malam Lailatul Qadar dan meraih keberkahannya.(RDW)