MTQ Implementasi Kepudulian Umat Islam
Ringkasan:
Dumai (Humas)- Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) diharap dapat menjadi implementasi kepedulian umat Islam untuk senantiasa berupaya kembali mengkaji dan memahami nilai-nilai hakiki ajaran Islam secara kaffah. Sebab, Alquran memiliki kandungan yang luas terhadap kehidupan masa lalu, kini, dan masa data...
Dumai (Humas)- Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) diharap dapat menjadi implementasi kepedulian umat Islam untuk senantiasa berupaya kembali mengkaji dan memahami nilai-nilai hakiki ajaran Islam secara kaffah. Sebab, Alquran memiliki kandungan yang luas terhadap kehidupan masa lalu, kini, dan masa datang. Hal ini ditegaskan Wali Kota Dumai Drs H Zulkifli As MSi saat mebuka MTQ Kota Dumai di Masjid Nurul Bahri Kelurahan Pangkalan Sesai Kecamatan Dumai Barat, Rabu (21/7) malam. Menurutnya, keseluruhan kandungan Alquran memuat kebenaran yang mutlak, berlaku untuk seluruh ummat manusia, serta tidak lekang oleh waktu dan berlaku universal.
Untuk itu, ujarnya, mempelajari dan memahami Alquran tidak mengenal batas umur dan siapapun. Sehingga usaha pelestarian dan pembelajaran Alquran secara kontinu tidak hanya terbatas pada seni baca, lagu, dan tajwidnya, namun perlu pemahaman mendalam tentang isi yang terkandung di dalamnya, yang selanjutnya diharapkan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Keimanan dan ketaqwaan seorang insan tidak lepas dari tingkat pemahaman akan ilmu agama yang secara luas tertuang dalam kitab suci yang tiada bandingnya di dunia ini. Tiadalah seseorang itu merasakan sesuatu melainkan bertambah imannya, menjadi luluh hatinya, dan condong kepada Rabb-nya bila Alquran dibacakan. Orang yang beriman sangat gemar mendengarkan bacaan Alquran, terpanggil jiwanya untuk memahaminya, dan mengkaji isi Alquran. Hatinya akan luluh akan keindahan ayat-ayat Alquran. Hati yang kasar akan menjadi halus, seperti halnya Sayyidina Umar RA saat mendengar bacaan Alquran adik kandungnya Siti Fatimah," tuturnya.
Sedangkan Koordinator Lomba MTQ Drs H Harmaini menyebutkan, MTQ kali ini diikuti sekitar 122 peserta dari lima kecamatan di Kota Dumai. Serta utusan dari LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran). Mereka akan berkompetisi dalam cabang tilawah (murattal), kiraat tabah, hizfil Quran, syarhil Quran, fahmil Quran, dan khat.(tie-rp/msd)