Indragiri Hulu (Kemenag) – Semarak kebersamaan dan semangat religiusitas tampak memenuhi Kecamatan Batang Cenaku pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-14 tingkat kecamatan yang berlangsung pada Selasa (30/09/2025). Kegiatan ini resmi dibuka oleh Camat Batang Cenaku, Dudi Sumbari, dan turut dihadiri oleh Kapolsek Batang Cenaku serta Kepala KUA Batang Cenaku, Sriyanto.
Pembukaan diawali dengan doa
yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam KUA Batang Cenaku, M. Solihin, yang
mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk menjadikan MTQ sebagai sarana
memperkuat iman dan memperkokoh tali silaturahmi. Seusai doa, acara dilanjutkan
dengan pawai ta’aruf akbar yang diikuti oleh 20 desa se-Kecamatan Batang
Cenaku.
Jalanan utama tampak semarak
dengan barisan peserta berpakaian seragam khas daerah, membawa spanduk
bertuliskan pesan-pesan islami, serta diiringi lantunan takbir yang menggema di
sepanjang rute pawai. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan, mulai dari
anak-anak hingga orang tua, menjadikan kegiatan ini sebagai ajang kebersamaan
lintas generasi.
Camat Batang Cenaku, Dudi Sumbari, menyampaikan bahwa MTQ bukan sekadar lomba membaca Al-Qur’an, melainkan momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kegiatan ini menjadi simbol persatuan dan semangat keislaman
masyarakat Batang Cenaku. Semoga dari ajang ini lahir generasi muda yang
mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KUA Batang Cenaku, Sriyanto, berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana syiar Islam yang mempererat ukhuwah dan membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Kita
ingin MTQ ini meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya di arena lomba, tetapi
juga dalam kehidupan masyarakat pasca kegiatan,” tuturnya.
MTQ Ke-14 Batang Cenaku tidak
hanya menampilkan kompetisi qori dan qoriah terbaik, tetapi juga memperlihatkan
kuatnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat.
Gelaran ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kecamatan lain dalam menjadikan
nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
(Reski)