MTQ Mendorong Terciptanya Generasi Qurani
Ringkasan:
Pelalawan (HUMAS)- Event Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang digelar setiap tahunnya bukan hanya sekedar agenda serimonial atau untuk mencari sang juara belaka, tapi dengan MTQ diharapkan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran sehingga terlahirlah generasi muda Al Quran yang hand...
Pelalawan (HUMAS)- Event Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang digelar setiap tahunnya bukan hanya sekedar agenda serimonial atau untuk mencari sang juara belaka, tapi dengan MTQ diharapkan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran sehingga terlahirlah generasi muda Al Quran yang handal.
Untuk itu Kepala Kentor Kementerian Agama (Ka Kankemenag) Kabupaten Pelalawan, Drs. H. Abdul Muis, mengharapkan, setelah event MTQ IX Kabupaten Pelalawan tahun 2010 akan muncul lembaga-lembaga pendidikan Al Quran, madrasah-madrasah, dan lembaga lainnya yang akan mendorong terciptanya generasi qurani.
"Sayang rasanya jika Al Quran hanya dibaca saat MTQ saja, tapi Al Quran harus menjadi hiasan rumah dengan terus membaca Al Quran tidak hanya ada event saja," ungkapnya.
Abdul Muis mengatakan, untuk MTQ IX Kabupaten Pelalawan seperti yang diungkapkan Bupati Pelalawan H. Rustam Efenddi pada pembukaan MTQ IX Kab. Pelalawan pada 26 Juni 2010 yang lalu, terdapat tiga tujuan utama yang ingin dicapai dalam event MTQ IX tahun 2010.
Pertama, untuk memberitahukan kepada generasi mudah tentang kitab Al Quran yang merupakan syiar bagi agama Islam. Dimana pemerintah daerah (Pemda) sangat peduli pada kegiatan keagamaan yang bisa menjadi benteng bagi generasi muda.
Kedua, untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan MTQ tingkat Provinsi Riau yang juga diadakan setiap tahun dengan ikut mengirimkan wakil-wakil dari Kabupaten Pelalawan, baik qori- qoriah, mufassir- mufassirah dan lain sebagainya. "Kita juga berbangga karena dari perwakilan kita ada yang mampu sampai ke tingkat nasional," ungkap Rustam.
Ketiga, dan yang paling utama dari MTQ tersebut kehidupan beragama yang berpedoman Al Quran dapat memasuki sendi-sendiri kehidupan sehari-hari. "Itulah yang menjadi harapan kita, bahwa Al Quran menjadi bacaan bagi generasi muda sehari-harinya," tutupnya. (msd)