0 menit baca 0 %

MTQ Pelalawan, Lambat Bulih Jarang Bersua

Ringkasan: Kuala Kampar – (Humas) Gerakan membaca Alquran serta program Riau magrib mengaji hendaknya betul-betul berjalan di seluruh kabupaten Pelalawan. Alquran tersebut hendaknya jangan hanya dibaca saja tapi juga diaplikasikan dalam kehidupan ini. Hal itu disampaikan Drs H Marwan Ibrahim, wakil bupa...
Kuala Kampar – (Humas) Gerakan membaca Alquran serta program Riau magrib mengaji hendaknya betul-betul berjalan di seluruh kabupaten Pelalawan. Alquran tersebut hendaknya jangan hanya dibaca saja tapi juga diaplikasikan dalam kehidupan ini. Hal itu disampaikan Drs H Marwan Ibrahim, wakil bupati Pelalawan saat menutup pelaksaan MTQ Pelalawan XII di Kuala Kampar, Selasa (21/5) di depan mayarakat Kuala Kampar yang memadati astaka utama MTQ . “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan camat Kuala Kampar yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQ Pelalawan XII ini.” Bukan hanya wakil bupati, Pelaksanaan MTQ Pelalawan sekali ini juga dipandang memuaskan para kafilah dan majelis hakim, mulai pelaksanaan MTQ yang diawali dengan pembukaan, pemondokan kafilah dan pelaksanaan di setiap cabang lomba. “Kita tak menyangka, walaupun Kuala Kampar merupakan kecamatan terujung di kabupaten Pelalawan mampu melaksanakan MTQ sesukses dan semeriah ini,” kata Aliadi, M.Ag, Kepala KUA Kecamatan Pelalawan. “Pembukaannya mengesankan sekali karena tidak saja diisi dengan prosesi seremonial belaka. Pertunjukan kesenian Melayu-Islam di penghujung pembukaan MTQ XII ini sangat menarik dan terasa kalau MTQ bukan hanya helat agama tapi juga helat budaya. Selain itu, masyarakat Kuala Kampar pun tampak antusias menyaksikan berbagai cabang lomba. Setiap malam kursi penonton di astaka utama tak ada yang kosong seperti kebanyakan MTQ di Riau umumnya,” sambung Aliadi lagi. Sementara itu, H Kasbi, S.P.I dan Sudur, S. Fil, majelis hakim MTQ pun mengacungkan jempol kepada panitia MTQ Pelalawan di Kuala Kampar kali ini karena telah sukses melaksanakan MTQ. “Ini merupakan lambat bulih jarang bersua,” kata H. Kasbi bersemangat dengan logat Melayu Panduknya. “Selain itu, keramahan masyarakat Kuala Kampar membuat negeri Melayu ini memang benar-benar mengaplikasikan nilai Alquran itu sendiri,” kata Sudur. “Masyarakat Kuala Kampar telah membuktikan kalau Melayu itu memang identik dengan Islam,” ujar sarjana filsafat dari IAIN Imam Bonjol Padang ini tersenyum. Pada MTQ XII ini, juara umum diraih kafilah kecamatan Bandar Sikijang yang menyisihkan para pesaingnya seperti kafilah tuan rumah dan kafilah Pangkalan Kerinci. (ghp)