MTQ Upaya Lebih Mendekatkan Diri dan Mencintai Al- Quran
Ringkasan:
Pelalawan (Humas)- Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) merupakan salah satu upaya manusia dalam mendekatkan dan mencintai kitab suci Al-Quran bagi masyarakat khususnya generasi muda. Apalagi acara tersebut jadi lebih bermakna karena dilaksanakan dalam bulan baik yaitu bersama dengan Ramadhan.
Pelalawan (Humas)- Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) merupakan salah satu upaya manusia dalam mendekatkan dan mencintai kitab suci Al-Quran bagi masyarakat khususnya generasi muda. Apalagi acara tersebut jadi lebih bermakna karena dilaksanakan dalam bulan baik yaitu bersama dengan Ramadhan. Demikian disampaikan oleh Asisten II Setda Pelalawan Drs H Darwis Alkadam MSi saat membuka acara Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat desa Kiyap Jaya Kecamatan Bandar Sekijang dilaksanakan Mesjid Nurul Ikhlas kemarin.
"Saya menyambut baik pelaksanaan MTQ tingkat desa yang menjadi satu-satunya di Pelalawan. Kiranya inisiatif desa Kiyap Jaya tersebut dapat dijadikan contoh oleh desa-desa lain yang ada di Kabupaten Pelalawan," kata Darwis yang menyambut positif inisiatif melaksanakan MTQ ditingkat desa.
Apalagi, sambungannya, kegiatan yang pertama di desa Kiyap Jaya dan dilaksanakan dalam rangka peringatan Nuzul Quran yang jatuh pada 17 Ramadhan mendatang. "Salasatu keagungan bulan Ramadhan adalah karena pada bulan inilah diturunkan kitab suci Al-Quran. Oleh karena itu kegiatan ini kita harapkan dapat membentuk generasi muda yang Quranu. Yaitu generasi muda yang berprilaku baik sesuai dengan ketentuan agama. Generasi muda yang suka mempelajari dan memebaca Al-Quran, kemudian menerapkan pesan yang terkandung didalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Dalam kesempatan tersebut Darwis juga menceritakan gambaran perilaku generasi yang menjauh dari ajaran Al-Quran. Diterangkannya, saat ini banyak generasi muda yang kehilangan arah dalam berfikir, bersikap, dan bertindak akibat menjauh dari Al-Quran.
Tak hanya itu, lanjutnya, banyak juga generasi muda yang kehilangan panutan dalam hidup sehingga dia mudah terpengaruh idiologi luar. Akibatnya generasi muda tidak lagi memiliki kepribadian yang islami. "Seperti tawuran antar pelajar, penggunaan obat terlarang dan juga minuman keras. Ini akibat kurangnya pengenalaan terhadap ajaran Al-Quran," ungkapnya.
Tampak hadir dalam acara tersebut yakni Camat Bandar Sekijang, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA)Kecamatan Bandar Sekijang, kepala desa dan para alim ulama cerdik pandai dan tokoh masyarakat. (mr/rhmt)