0 menit baca 0 %

MTQ X Kabupaten Siak Dibuka

Ringkasan: Pekanbaru, 24/5 (Humas) Pembukaan MTQ X Kab. Siak di desa Empang Pandan Kecamatan Koto Gasib pada hari Sabtu 22/5 malam dibuka langsung oleh Bupati Siak H. Arwin AS, SH. MTQ X Kab. Siak ini diikuti sebanyak 102 offisial dan 441 peserta yang meliputi tujuh cabang, yakni Tilawah, Hifzil, Khat,Tafsir F...
Pekanbaru, 24/5 (Humas) Pembukaan MTQ X Kab. Siak di desa Empang Pandan Kecamatan Koto Gasib pada hari Sabtu 22/5 malam dibuka langsung oleh Bupati Siak H. Arwin AS, SH. MTQ X Kab. Siak ini diikuti sebanyak 102 offisial dan 441 peserta yang meliputi tujuh cabang, yakni Tilawah, Hifzil, Khat,Tafsir Fahmil dan Syarhil Quran dan berbagai golongan yang mewakili 14 kecamatan se- Kabupaten Siak. Pembukaan MTQ X dirangkai dengan penekanan serine oleh Bupati Siak yang diikuti anggota muspida, juga ditandai dengan penyerahan piala bergilir yang tahun lalu sebagai juara umum dari kecamatan Sungaiapit dan diserahkan kembali ke panitia untuk diperebutkan kembali. Dalam pembukaan juga dimeriahkan dengan pengibaran bendera MTQ dan juga tarian massal yang ditampilkan oleh siswa-siswi SMA dengan membentuk formasi pelaksanaan MTQ X yang disambut antusias oleh undangan yang hadir malam itu. Pembukaan MTQ X Siak tersebut menghadirkan Qori internasional Drs Fahruddin Sarum Faid, juga dihadiri pejabat, tokoh masyarakat, Plt. Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Syamsuar, pimpinan DPRD Siak serta ratusan umat Islam dari kabupaten Siak. Bupati Siak dalam sambutannya mengatakan agar umat Islam mengamalkan isi yang terkandung dalam Alquran, yang merupakan bagian dari partisipasi umat dalam membangun Islam, menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, merupakan wujud pembangunan di bidang keagamaan yang dapat membawa umat Islam menuju dunia akhirat yang hakiki. Pelaksanaan MTQ ini bukan hanya sekedar kegiatan seremonial tahunan yang hanya sekedar memusabakahkan Alquran saja, tetapi mengingatkan umat Islam untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada sang khalik. Lebih lanjut Arwin mengatakan bahwa MTQ juga tidak hanya wadah perlombaan bagi para peserta, namun mampu melindungi negeri Melayu dari segala bentuk maksiat untuk mencapai generasi amar maruf nahi munkar, inilah yang merupakan sasaran utama pelaksanaan MTQ. Disamping itu Bupati juga mengingatkan, umat Islam harus mampu dan mahir dalam membaca Alquran. Melalui MTQ ini kita dapat melihat potensi para peserta yang mengikuti setiap cabang perlombaan. Dengan potensi-potensi yang dimiliki para peserta lomba selama ini, setidaknya sudah ada lima qori dan qoriah asal kabupaten Siak mewakili Prov. Riau di tingkat Nasionbal. Ini semua tidak terlepas dari binaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran ( LPTQ). Kebanggaan ini harus menjadi motivasi bagi para peserta nantinya selama mengikuti perlombaan. (os/RP)