0 menit baca 0 %

MTs Al-Islam Rumbio Tanamkan Budaya Malu Lewat Upacara Senin Pagi

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )---Upacara bendera di halaman MTs Al-Islam Rumbio, Senin (13/10/2025), berlangsung khidmat dan penuh makna. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Madrasah  Mirdawati, S.Ag., menyampaikan amanat dengan tema Membiasakan Budaya Malu , yang menyoroti pentingnya menanamkan rasa malu...

Kampar ( Kemenag )---Upacara bendera di halaman MTs Al-Islam Rumbio, Senin (13/10/2025), berlangsung khidmat dan penuh makna. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Madrasah  Mirdawati, S.Ag., menyampaikan amanat dengan tema Membiasakan Budaya Malu , yang menyoroti pentingnya menanamkan rasa malu sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa madrasah.

Dalam amanatnya, Mirdawati menegaskan bahwa budaya malu bukan sekadar perasaan negatif, tetapi nilai moral yang dapat menjadi benteng diri dalam bersikap dan berperilaku.

  Malu itu bukan berarti lemah, tetapi tanda bahwa kita punya harga diri dan akhlak. Malulah datang terlambat, malulah berkata kasar, dan malulah membuang sampah sembarangan, tegasnya di hadapan seluruh peserta upacara.

Ia menjelaskan, rasa malu yang positif akan membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Budaya malu yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat menjadi dasar bagi siswa untuk tumbuh sebagai generasi berakhlak mulia.

Lebih lanjut, Mirdawati memaparkan tiga dimensi penting dari rasa malu: moral, sosial, dan spiritual.

Secara moral, malu mendorong seseorang untuk menahan diri dari berbuat buruk, meski tidak ada yang melihat.

Secara sosial, rasa malu membuat seseorang menyadari dampak perilakunya terhadap orang lain dan lingkungan.

Secara agama, rasa malu merupakan bagian dari iman dan akhlak mulia malu kepada Allah untuk melakukan hal yang tidak baik meskipun tidak ada manusia yang melihat.

Jika kita memiliki rasa malu yang benar, kita akan selalu berhati-hati dalam setiap tindakan. Inilah yang membedakan madrasah: bukan hanya mencerdaskan otak, tetapi juga menumbuhkan hati yang bersih dan perilaku yang santun, ujar Mirdawati menutup amanatnya.

Upacara berlangsung tertib dan diikuti dengan antusias oleh seluruh guru serta siswa. Nilai-nilai yang disampaikan menjadi pengingat bahwa karakter mulia bukan hanya dibangun melalui pengetahuan, tetapi juga melalui kebiasaan yang baik dan rasa malu yang terarah.

Dengan pembiasaan semacam ini, MTs Al-Islam Rumbio terus meneguhkan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.

(Fatmi/ Humas MTs Al Islam)