Bengkalis (Kemenag) -
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Jadid Pedekik mengadakan Tarhib Ramadhan 1446
H, di depan ruang kelas yang dihadiri oleh Kepala Madrasah, Wakil Kepala Bidang
Kurikulum, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Majelis Guru dan Staf Tata Usaha, dah
seluruh siswa siswi Rabu (26/2/2025). Acara ini dimulai pukul 07.30 WIB dan
berlangsung dengan penuh khidmat dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.
Rangkaian acara setelah
dibuka oleh pembawa acara yaitu pembacaan yasin yang dipandu oleh salah satu
siswa, dilanjutkan dengan do'a Al Marhum dan Al Marhumah orang tua dari
keluarga besar MTs Nurul Jadid. Selanjutnya, tausiah yang disampaikan salah
satu siswa berprestasi Aditya Alfahza dengan tema Menyambut Ramadhan dengan
Penuh Kegembiraan. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Kepala Madrasah.
Dalam sambutannya Kepala MTs
Nurul Jadid Sairozi menyampaikan harapannya agar seluruh siswa dapat
meningkatkan ibadah, menjaga kesehatan jasmani dan rohani, dan mempererat tali
persaudaraan. Sairozi dalam sambutannya juga menekankan pentingnya menyambut
Ramadhan dengan kegembiraan dan semangat ibadah juga tidak lupa mengingatkan
kembali kepada siswa terkait perintah kewajiban berpuasa pada bulan Ramadhan
bagi umat Islam.
"Mari kita jadikan
bulan suci ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah,
mempererat tali persaudaraan, berbagi kebaikan, dan menjaga kesehatan jasmani
serta rohani," ujar Sairozi.
"Semoga dengan semangat
Tarhib Ramadhan ini kita sebagai umat Islam dapat menjalani Ramadhan dengan
penuh keberkahan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Juga nantinya
proses belajar mengajar di Madrasah tetap semangat, dan juga seperti tahun
sebelumnya kita terapkan kegiatan Tadarus Al-Qur'an sebelum melaksanakan proses
pembelajaran, yang nantinya insyaAllah akan diadakan kegiatan khatam
Al-Qur'an", tutup Sairozi.
Kegiatan Tarhib Ramadhan
menjadi momen penuh makna dalam mempererat hubungan antar warga madrasah serta
meningkatkan semangat dalam menyambut bulan suci ramadhan 1446 H. Kegiatan
diakhiri dengan makan bersama sebagai wujud dari keakraban dan sesi bersalaman
dah saling memaafkan antar siswa, guru, dan tenaga kependidikan sebagai wujud
silaturahmi dan kesiapan hati dalam menyambut bulan suci ramadhan.