0 menit baca 0 %

MTs Sa'adah El Islamiyah Gelar Sosialisasi Stop Bullying, Dorong Siswa Jauhi Kekerasan Verbal dan Fisik

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) MTs Sa'adah El Islamiyah Tembilahan menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak. Pada Jumat (28/11/2025), madrasah tersebut menggelar kegiatan sosialisasi dengan tema "Stop Bullying" yang diikuti oleh seluruh siswa.Kegiatan ini bertujuan...

Tembilahan (Kemenag) – MTs Sa'adah El Islamiyah Tembilahan menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak. Pada Jumat (28/11/2025), madrasah tersebut menggelar kegiatan sosialisasi dengan tema "Stop Bullying" yang diikuti oleh seluruh siswa.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa dan civitas akademika tentang bahaya dan dampak negatif dari perilaku perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Sebagai narasumber utama, madrasah menghadirkan Titin Triana, seorang Founder Lembaga Masyarakat Sipil (LMS) yang fokus pada isu perlindungan anak dan remaja. Titin Triana menjelaskan secara rinci berbagai bentuk bullying, yang tidak hanya terbatas pada kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan verbal dan psikologis, termasuk di dalamnya adalah penghinaan fisik (bodyshaming).

Sosialisasi ini menekankan bahwa bullying dapat meninggalkan trauma mendalam bagi korban dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran agama.

Kepala MTs Sa'adah El Islamiyah Tembilahan, Said Himyari, menyampaikan bahwa pencegahan bullying adalah prioritas madrasah untuk menjamin kenyamanan belajar siswa.

“Madrasah ini adalah rumah kedua bagi siswa, dan kami tidak akan menoleransi segala bentuk bullying di sini. Sosialisasi ini penting agar siswa memahami bahwa bercanda berlebihan, apalagi sampai menghina bentuk fisik (bodyshaming), adalah bentuk bullying yang menyakitkan. Kami ingin menciptakan iklim belajar yang saling menghargai dan penuh kasih sayang,” tegas Said Himyari.

Sementara itu, Titin Triana, Founder LMS, menggarisbawahi pentingnya empati dan peran aktif siswa dalam menghentikan perundungan. “Bentuk bullying sangat beragam, dan yang paling sering tidak disadari adalah bodyshaming atau mengomentari fisik seseorang. Ini bisa merusak mental. Kami berharap, setelah sosialisasi ini, setiap siswa MTs Sa'adah El Islamiyah menjadi agen perubahan, berani bicara jika melihat bullying, dan yang terpenting, tidak menjadi pelaku bullying itu sendiri,” pungkas Titin Triana.

Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan komitmen bersama dari siswa dan guru untuk menjadikan MTs Sa'adah El Islamiyah sebagai madrasah yang bebas dari perundungan. (Ria)