0 menit baca 0 %

MTs Tahfizh Cendekia Sukses Selenggarakan Yaumul Qur’an dan Mabit

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag)- MTs Tahfizh Cendekia Kubang Raya berhasil menggelar yaumul Qur'an dan MABIT (MALAM BINA IMAN DAN TAQWA) dengan meriah. Kegiatan yang berlangsung pada 20-21 September 2024 yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 serta para pendidik.

Pekanbaru (Kemenag)- MTs Tahfizh Cendekia Kubang Raya berhasil menggelar yaumul Qur'an dan MABIT (MALAM BINA IMAN DAN TAQWA) dengan meriah. Kegiatan yang berlangsung pada 20-21 September 2024 yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 serta para pendidik. Berbagai kegiatan yang menarik seperti lomba rangking 1, menghafal hadits, tadarus Al-Qur'an, dan hafalan surah dalam Al-Qur'an yang semakin menyemarakkan acara. Semua ini tak lepas dari peran yang telah memberikan motivasi dan ilmu yang bermanfaat yaitu Al-ustad Lisata selaku pemateri.

Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) tidak hanya sekedar kegiatan rutin. menurut Ahmadi Satria selaku Kepala Madrasah menyampaikan bahwa acara ini dirancang untuk membentuk karakter siswa yang tangguh dan berakhlak mulia. Ia menjelaskan selain melalui berbagai lomba dan aktivitas seru, siswa diajarkan nilai-nilai penting seperti hidup sederhana, saling berbagi, dan bersyukur.

Kepala Madrasah juga berharap dengan kegiatan MABIT ini para siswa selalu dapat tumbuh dan berkembang dalam ilmu pengetahuannya dan selain memperdalam ilmu agama, siswa juga belajar tentang pentingnya kerjasama, empati, dan kepemimpinan. Kegiatan-kegiatan yang menarik membuat mereka antusias dan bersemangat untuk terus belajar dan berinovasi.

"Dari kegiatan MABIT ini ananda semua tidak hanya belajar dari materi yang disampaikan oleh Ust, guru-guru. Bahkan kita semua belajar banyak hal, dari sini kita bisa mengetahui kebiasaan teman-teman kita, bisa tidur bareng, saling berbagi, saling bersyukur, disini kita belajar hidup sederhana. Mungkin ananda semua sering mendengar dan bertanya-tanya bagaimana hidup sederhana disinilaah saatnya kita aplikasikan," ujar Al-Ustad Ahmadi Satria. (*)