Bengkalis (Kemenag) โ Semangat juang siswa-siswi MTsN 1 Bengkalis kembali membuahkan hasil manis. Pada turnamen semi liga voli putri yang digelar di MTsN 1 Bengkalis sejak 19 hingga 25 September 2025, tim voli putri madrasah berhasil tampil gemilang dan menduduki peringkat atas setelah menaklukkan tim tangguh dari SMPN 2 Bantan.
Tim yang dibimbing oleh pembina sekaligus pelatih, Meri Andriani dan Hariono, turun dengan kekuatan penuh melalui deretan punggawa terbaik: Aca, Caca, Dieva, Naila, Salma, Naira, Windi, Nurul, Sulastri/Lia, dan Inel. Dengan kekompakan serta kerja keras, mereka berhasil mengangkat nama madrasah di kancah olahraga antar pelajar.
Kepala MTsN 1 Bengkalis, Yusmanto, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan para atlet. "Tim voli kami menunjukkan performa yang cukup baik. Prestasi ini menjadi catatan penting bahwa siswa-siswi MTsN 1 Bengkalis mampu bersaing, bahkan membuka peluang untuk tampil di level yang lebih luas. Semoga torehan ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan minat dan bakatnya,โujarnya.
Hasil Pertandingan Putri
MTsN 1 Bengkalis
SMPN 2 Bantan
MTs Meskum
MTsN 2 Selat Baru
Hasil Pertandingan Putra
SMPN 2 Bantan
SMP Pakning
SMPN 3 Bantan
MTs Al-Falah Jangkang
Namun, perjalanan MTsN 1 Bengkalis tidak sepenuhnya berjalan mulus. Tim voli putra harus menerima kenyataan pahit setelah gugur di fase grup. Persaingan yang ketat di Pulau Bengkalis membuat perjuangan mereka belum mampu menembus babak final.
Meski begitu, Meri Andriani tetap memberikan apresiasi penuh kepada anak asuhnya.
"Kami puas dengan pencapaian tim voli putri yang berhasil menorehkan prestasi. Untuk tim putra, kami juga bangga. Meski belum berhasil, perjuangan mereka di lapangan luar biasa. Kekalahan bukan alasan untuk menyerah, tetapi menjadi motivasi agar lebih giat berlatih, disiplin, dan terus berkomitmen meraih hasil lebih baik di masa depan. Juara adalah bonus, tetapi semangat dan kerja keras adalah hal utama,โ tegasnya.
Turnamen ini menjadi catatan bersejarah bagi MTsN 1 Bengkalis. Di balik suka cita juara tim putri, ada pula duka dari kegagalan tim putra yang tetap harus dijadikan pelajaran berharga. Semangat pantang menyerah inilah yang diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet profesional dari madrasah, yang kelak mampu bersinar di kancah regional maupun nasional.