Riau (Kemenag) --- Dalam rangka perwujudan program Asta Protas Kemenag RI sekaligus memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, MTsN 1 Kota Pekanbaru menggelar kegiatan bertajuk Deklarasi Buang Tong Sampah dan Anti-Bullying, Minggu (17/8/2025). Acara yang berlangsung penuhi dengan semangat kebersamaan, sebagai wujud nyata komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan bebas perundungan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi Riau, H. Muliardi, didampingi Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Riau, H. Jisman, dan Kepala MTsN 1 Kota Pekanbaru, Agus Salim Tanjung, serta diikuti jajaran wakil kepala, koordinator keislaman, guru, karyawan, dan seluruh siswa-siswi MTsN 1 Kota Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Riau, H. Muliardi menekankan pentingnya membangun karakter siswa melalui kegiatan positif.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus bangsa. Dengan membiasakan hidup bersih, peduli lingkungan, dan menjauhi bullying, kita sedang menanamkan nilai-nilai penting bagi masa depan. Mari kita jadikan madrasah sebagai tempat lahirnya generasi yang tangguh, toleran, dan berkarakter mulia,” ungkapnya.
Acara semakin meriah dengan beragam penampilan siswa, di antaranya fashion show dari barang bekas, pembacaan syair dan puisi bertema lingkungan, teatrikal tentang kerusakan bumi akibat sampah, hingga tari kontemporer.
Fashion show dengan tema “Glamour from Garbage, Transforming Garbage into Trend” sukses memukau hadirin. Para siswa menampilkan busana unik dari koran bekas, aksesoris dari botol plastik, hingga kostum dari karung goni. Penampilan ini diikuti oleh 13 perwakilan kelas dan dimeriahkan pula oleh kehadiran Duta Pariwisata Remaja Provinsi Riau, Queen Malika Syarif.
Kepala MTsN 1 Kota Pekanbaru, Agus Salim Tanjung, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi seluruh warga madrasah.
“Deklarasi ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi komitmen nyata yang harus kita jaga bersama. Saya bangga melihat kreativitas siswa-siswi kita yang mampu menyulap barang bekas menjadi karya seni yang indah dan bermakna,” ujarnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan deklarasi dan penandatanganan komitmen oleh perwakilan siswa, dipimpin Ketua OSIM MTsN 1 Kota Pekanbaru, bersama majelis guru, serta disahkan langsung oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Riau. Deklarasi tersebut memuat komitmen siswa untuk:
- Menjaga kebersihan lingkungan madrasah,
- Mengurangi penggunaan barang sekali pakai,
- Menolak segala bentuk bullying, dan
- Menjadi pelopor kebaikan di lingkungan madrasah.
- Ketua OSIM dalam kesempatan itu menegaskan komitmen para siswa.
“Kami, siswa MTsN 1 Pekanbaru, siap menjadi generasi yang peduli lingkungan, saling menghormati, dan berani menolak segala bentuk perundungan. Madrasah kita harus bersih, sehat, dan penuh persaudaraan,” tegasnya.
Sebagai penutup, ditampilkan kolaborasi Tim Pramuka MTsN 1 Kota Pekanbaru bersama siswa melalui berbagai tarian budaya nusantara, seperti Tari Saman, Tari Kecak, Randai Kuansing, serta tarian khas Riau Pacu Jalur. Uniknya, tarian Pacu Jalur turut dimainkan oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Riau, H. Muliardi, bersama Kabid Penmad Jisman dan Kepala MTsN 1 Kota Pekanbaru, Agus Salim Tanjung. Sorak sorai penonton menambah semarak suasana.
Acara ini membuktikan bahwa pendidikan karakter, kepedulian lingkungan, dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan. MTsN 1 Kota Pekanbaru meneguhkan diri bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga wadah lahirnya generasi peduli, kreatif, dan berbudaya.