Pekanbaru (Kemenag). Prestasi membanggakan kembali diraih oleh MTsN 1 Kota Pekanbaru dalam ajang bergengsi Madrasah Robotic Competition (MRC) Tahun 2025. Dua siswa berbakat, Briyansyah Putra Al Abrar dan Raihan Hafid Athari (nama tim: EVERGREEN), di bawah bimbingan guru inspiratif Rohid, berhasil menembus 25 Besar Terbaik Nasional dalam kategori Robot Karya Inovasi.
Dengan mengusung proyek berjudul "ECO: AGRIOT Smart & Sustainable Agriculture Robot", tim MTsN 1 Kota Pekanbaru menghadirkan solusi cerdas untuk pertanian berkelanjutan berbasis teknologi Internet of Things (IoT). Robot ini dirancang untuk membantu petani memantau kelembaban tanah, suhu, dan kebutuhan air secara otomatis, sekaligus mengedepankan efisiensi energi dan ramah lingkungan.
Proyek ECO: AGRIOT lahir dari kepekaan terhadap tantangan pertanian modern, khususnya di daerah tropis. Dengan sistem sensor pintar dan kontrol berbasis aplikasi, robot ini mampu memberikan rekomendasi langsung kepada petani untuk meningkatkan hasil panen tanpa merusak ekosistem.
“Tujuan kami bukan hanya membuat robot, tapi menciptakan solusi nyata yang bisa membantu masyarakat,” ujar Briyansyah, penuh semangat. Raihan menambahkan, “Kami ingin menunjukkan bahwa siswa madrasah juga bisa berinovasi dan berkontribusi untuk masa depan.”
Ajang MRC 2025 diikuti oleh ratusan tim dari MTs dan MA se-Indonesia, menjadikan pencapaian ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan riset dan teknologi siswa madrasah. Dengan meraih 25 besar terbaik ini tim riset EVERGREEN akan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu babak kualifikasi online dengan tahapan akhir presentasi project yang juga akan dilaksanakan secara daring.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa MTsN 1 Kota Pekanbaru terus konsisten dalam membina generasi muda yang kreatif dan berdaya saing tinggi. Kepala MTsN 1 Kota Pekanbaru, Agus Salim Tanjung menyampaikan rasa bangganya, “Mereka bekerja keras, belajar mandiri, dan tidak takut mencoba hal baru. Ini adalah buah dari semangat kolaborasi dan dukungan madrasah.”