Bantan (Kemenag) – Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, MTsN 2 Bengkalis pada tahun 2024 ini, melaksanakan karya wisata (study tour) ke beberapa titik objek wisata di Kabupaten Siak Sri Indrapura Selasa, 17/12/2024.
Study Tour ini diikuti oleh 12 majelis guru dan 49 siswa yang duduk di kelas IX/A s/d IX/C dengan total 61 orang. Berangkat menuju Kabupaten Siak menggunakan Bus dengan terlebih dahulu menyeberangi kapal roro (Air Putih-Sungai Selari) menuju kota Sungai Pakning.
Beberapa objek wisata yang dikunjungi itu antara lain, Istana Siak Sri Indrapura, Tangsi Militer Belanda, Tepian Bandar Sungai Jantan dan Jembatan Kaca Siak atau Shywalk Tengku Buang Asmara yang menawarkan pengalaman berjalan di atas kaca dengan pemandangan Sungai Siak dan Kota Siak Sri Indrapura.
Kepala MTsN 2 Bengkalis Muthmainnah mengatakan “bahwa untuk kegiatan karya wisata (study tour) tahun ini Alhamdulillah berjalan lancar dan semuanya terlaksana dengan baik, berkesan baik bagi guru maupun siswa. Sebelumnya kegiatan study tour ini diawali dengan pendaftaran peserta tour melalui penyampaian surat edaran kepada orang tua/ wali agar tidak menimbulkan kekhawatiran, kenyataannya sebagian besar dari siswa kelas IX menyatakan ikut. Proses pembiayaannya pun lancar, terjangkau dan tidak terlalu tinggi sehngga siswa dan guru dapat menikmati perjalanan dengan nyaman dan gembira. Selain mengunjungi beberapa objek wisata bersejarah di Kabupaten Siak, peserta tour juga cukup antusias dengan mengabadikan momen bahagia melalui foto.
Sementara Anjennisa salah satu siswa MTsN 2 Bengkali yang ikut study tour mengatakan “Perjalanan karya wisata kali ini cukup menyenangkan. Kami diperlihatkan secara langsung bangunan-bangunan dan barang-barang kuno peninggalan sejarah Istana Siak Sri Indrapura. Selain itu kami juga berkunjung di Jembatan Kaca Kota Siak dengan pengalaman pertama kalinya berjalan di atas kaca sambil menikmati pemandangan Sungai Siak".
“Kegiatan karya wisata (Study Tour) ini bertujuan agar siswa mengetahui tempat-tempat bersejarah di Indonesia khususnya di Provinsi Riau sehingga mampu menambahkan wawasan bagi para siswa dan menjadikan kedekatan hubungan antara guru dan siswa, terlebih saat siswa bercerita disepanjang perjalanan sambil bernyanyi bersama dengan para guru. Semoga pada tahun berikutnya kegiatan seperti ini tetap dilaksanakan”. Jelas Anjennisa.