0 menit baca 0 %

MTsN 2 Bengkalis Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam

Ringkasan: Bantan (Kemenag) Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk generasi berkarakter, MTsN 2 Bengkalis menggelar Workshop bertema "Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)" pada Rabu, 13 Agustus 2025 di MTsN 2 Bengkalis.

Bantan (Kemenag) – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk generasi berkarakter, MTsN 2 Bengkalis menggelar Workshop bertema "Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)" pada Rabu, 13 Agustus 2025 di MTsN 2 Bengkalis. Kegiatan ini dihadiri oleh para guru Madrasah yang tergabung dalam KKM tingkat MTS di kabupaten Bengkalis, dengan Narasumber utama Ibu Hj. Yeni Nopianti, M.Pd.

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis Drs. H. Khaidir, dan dihadiri pula oleh Kasi Pendidikan Madrasah H. Zulkarnain, S.Ag serta Kepala MTsN 2 Bengkalis, Mutmainnah, S.Ag., M.Pd.

Dalam materinya, Hj. Yeni Nopianti, M.Pd menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta adalah pendekatan yang menitikberatkan pada pembelajaran dengan hati, membangun empati, serta menumbuhkan semangat belajar yang tulus di kalangan peserta didik. “Pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang bagaimana kita menginspirasi dan membentuk karakter generasi emas dengan cinta,” ungkapnya.  Selain itu, konsep Deep Learning yang dipaparkan bertujuan agar guru mampu membawa peserta didik memahami materi secara mendalam, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Dengan kombinasi KBC dan Deep Learning, diharapkan proses pembelajaran di madrasah menjadi lebih bermakna dan berkelanjutan.

Kepala MTsN 2 Bengkalis, Mutmainnah, S.Ag., M.Pd menyampaikan harapannya agar seluruh guru dapat menerapkan hasil workshop ini di Madrasah masing-masing. “Mari kita jadikan pendidikan sebagai sarana membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi guru Madrasah untuk berinovasi dalam pembelajaran, sesuai dengan motto yang diusung: “Mendidik dengan hati membentuk generasi empati, mendidik dengan cinta menginspirasi sepanjang masa, membangun karakter dengan tulus menciptakan generasi emas.”