Kuansing (Kemenag), Kamis, 23 Oktober 2025 — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kuantan Singingi terus berinovasi dalam membentuk karakter peserta didik melalui penerapan Kurikulum Cinta di luar proses pembelajaran. Pada hari keempat pelaksanaannya, kegiatan dimulai dengan penerapan gerakan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) sejak pukul 06.30 WIB.Saat para siswa mulai berdatangan, guru-guru menyambut kehadiran mereka dengan berjabat tangan penuh kehangatan. Suasana pagi di madrasah pun tampak hangat dan penuh kebersamaan.
Untuk penerapan Kurikulum Cinta pada hari Selasa dan Rabu, setelah bersalaman, para siswa berwudhu dan melaksanakan salat sunnah Dhuha secara berjamaah di lapangan. Kegiatan dilanjutkan dengan tausiah pagi yang disampaikan oleh para guru yang juga aktif sebagai pendakwah di Kabupaten Kuantan Singingi, di antaranya Ustaz Riski Ramlan, S.Pd., Ustaz Syukri Rahmat, S.Pd.I., Ustaz Sumetri, S.Pd., Ustaz M. Hendra, S.Pd., dan Ustaz Jannatul Dakwah, S.Pd.
Usai tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan program Pelangi Juz Amma, kemudian peserta didik mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.
Dalam tausiahnya, Ustaz Muhammad Hendra, S.Pd. menyampaikan pesan inspiratif yang bersumber dari Kitab Ihya Ulumuddin.
“Salah satu bentuk syukur kepada Allah SWT adalah dengan memperbanyak amal ibadah. Maka marilah kita bersyukur dengan memperbanyak ibadah wajib maupun sunnah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW,” tuturnya.
Sementara itu, untuk penerapan Kurikulum Cinta pada hari Senin dan Kamis, kegiatan salat Dhuha dilaksanakan di Masjid Raya Sentajo yang bersebelahan dengan madrasah. Setelah salat, kegiatan diteruskan dengan makan bersama. Sebelum menyantap hidangan, para siswa diajak berdoa dan mendengarkan tausiah singkat yang disampaikan secara bergiliran oleh ustaz yang telah ditunjuk.
Usai makan, siswa mencuci piring masing-masing sebagai bentuk latihan kemandirian dan tanggung jawab.
Waka Bidang Kurikulum, Rianita, S.Pd., menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai religius serta karakter cinta sesama semakin tumbuh di lingkungan madrasah.
“Setelah hampir satu minggu penerapan Kurikulum Cinta, mulai tampak nilai kasih sayang, empati, kepedulian, dan tanggung jawab dalam diri peserta didik. Hal ini terlihat saat kegiatan makan bersama, mereka mulai peduli pada diri sendiri dan saling berbagi makanan dengan teman. Kami berharap perubahan sikap penuh kasih sayang ini terus tumbuh di kemudian hari,” ujarnya.
Sebelum diterapkan, seluruh majelis guru terlebih dahulu mengikuti pelatihan Kurikulum Cinta yang dipandu oleh pengawas madrasah, Dra. Hj. Ermislianti.(Ew)