0 menit baca 0 %

MTsN 5 Kampar Laksanakan Shalat Ghaib untuk Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Jawa Timur

Ringkasan: Kampar (Kemenag) --- Rasa duka mendalam menyelimuti keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kampar. Sebagai wujud empati dan solidaritas terhadap musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al-Khoziny, Jawa Timur, seluruh warga madrasah melaksanakan shalat ghaib, Kamis pagi (9/10/2025) pukul 07...

Kampar (Kemenag) --- Rasa duka mendalam menyelimuti keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kampar. Sebagai wujud empati dan solidaritas terhadap musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al-Khoziny, Jawa Timur, seluruh warga madrasah melaksanakan shalat ghaib, Kamis pagi (9/10/2025) pukul 07.15 WIB, di halaman madrasah.

Kegiatan ini diikuti dengan khidmat oleh para guru, pegawai, serta seluruh siswa dan siswi MTsN 5 Kampar. Shalat ghaib dipimpin oleh k Khobilul Azri, S.Ag, yang sebelum pelaksanaan memberikan penjelasan singkat tentang tata cara shalat ghaib dimulai dari niat, jumlah takbir, hingga doa penutup.

Usai shalat, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama untuk para korban yang wafat dalam musibah ambruknya bangunan pesantren yang menelan 66 korban jiwa tersebut. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti seluruh peserta yang dengan penuh empati memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Dalam kesempatan itu, Khobilul Azri mengingatkan pentingnya mendoakan sesama muslim yang telah meninggal dunia, sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 156:

 “Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘ Innalilahi wa innailaihi Raji'un. Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami akan kembali.”

Ia juga menegaskan bahwa setiap musibah adalah ujian bagi keimanan dan kesempatan untuk memperkuat rasa kepedulian antar sesama.

 “Kita tidak hanya berduka, tetapi juga belajar untuk lebih bersyukur, berhati-hati, dan selalu mendoakan saudara-saudara kita di mana pun berada,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, MTsN 5 Kampar M. Sahlan Putra Tama  berupaya menanamkan nilai-nilai ukhuwah islamiyah, empati, dan spiritualitas kepada para siswa. Kepala Madrasah menyampaikan harapan agar doa-doa yang terpanjat menjadi bentuk cinta dan kepedulian dari keluarga besar madrasah untuk saudara-saudara seiman yang sedang berduka.

 “Semoga Allah menerima amal ibadah para korban, memberi ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan, dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga bagi kita semua,” tutur beliau menutup kegiatan.

( Fatmi MTsN 5 )