Kampar ( Kemenag )---Suasana hangat dan penuh makna menyelimuti Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 8 Kampar pada Jumat pagi, 10/10/20205, seluruh guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebuah terobosan visioner dari Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.
Kegiatan ini menghadirkan Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Dr. H. Jisman, M.A., sebagai narasumber utama, didampingi Ketua Tim Kesiswaan Kanwil, Abdul Haris Domo, S.Ag., M.A. Kehadiran keduanya disambut hangat oleh keluarga besar MTsN 8 Kampar yang dipimpin oleh Kepala Madrasah, Mardanis, M.Pd.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Waka Humas, Atibri, S.Pd.I, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Madrasah yang menekankan bahwa nilai kasih sayang dan empati adalah fondasi utama dalam membentuk karakter peserta didik madrasah.
“Kami menyambut baik Kurikulum Berbasis Cinta ini, karena sejalan dengan semangat pendidikan madrasah mendidik dengan hati, membimbing dengan kasih, dan menginspirasi dengan keteladanan,” ungkap Mardanis,
Dalam paparannya, Dr. Jisman menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bukan hanya inovasi kebijakan, tetapi juga gerakan moral untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dalam dunia pendidikan.
"Cinta dalam konteks pendidikan bukan sekadar perasaan, tapi kesadaran spiritual untuk memuliakan setiap peserta didik. Guru adalah pelita yang menuntun dengan hati, bukan sekadar mengajar dengan buku,” tutur Dr. Jisman penuh makna.
Jisman menegaskan, KBC mendorong guru dan siswa untuk membangun ruang belajar yang damai, saling menghargai, dan terbebas dari kekerasan, baik verbal maupun emosional.
Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah empati dan kerukunan dalam keberagaman.
Menurut Dr. Jisman, empati merupakan wujud nyata dari cinta yang menjadi jembatan menuju keharmonisan di lingkungan madrasah.
“Guru yang berempati mampu merasakan kesulitan siswanya. Sementara siswa yang berempati akan menghargai perbedaan di sekitarnya. Dari sanalah lahir suasana belajar yang penuh kasih dan persaudaraan,” jelasnya.
Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 8 Kampar bertekad menjadikan madrasah sebagai ruang tumbuh yang ramah, inklusif, dan berjiwa kasih tempat di mana ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan berjalan seiring.
Sosialisasi ini tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga momentum reflektif bagi para guru untuk menata ulang cara pandang terhadap peserta didik dan memperkuat peran madrasah sebagai laboratorium kerukunan dan cinta kasih di tengah masyarakat yang majemuk.
Fatmi Humas MTsN 8