0 menit baca 0 %

MTsN Siak Gelar Gema Pesantren Ramadhan

Ringkasan: Siak (Humas). Sebanyak 250 Orang siswa Madrasah Tsanawiyah MTs) Siak , mulai 25 hingga 27 Juli 2013 mendatang mendapatakan Latihan Kaderisasi Umat Muslim (LAKUM), yang berlangsung di Aula MTsN Siak jalan Raja Kecik Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak.
Siak (Humas). Sebanyak 250 Orang siswa Madrasah Tsanawiyah MTs) Siak , mulai 25 hingga 27 Juli 2013 mendatang mendapatakan Latihan Kaderisasi Umat Muslim (LAKUM), yang berlangsung di Aula MTsN Siak jalan Raja Kecik Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak. Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan ini bertujuan untuk membangun mental serta akhlak siswa sebagai bekal di masa depan, sehingga selalu mengingat dan mengamalkan ajaran agama Islam. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak H. Mukhlis, SHI saat membuka secara resmi kegiatan tersebut, Agar seluruh siswa dapat mengikuti semua agenda penting ini dengan serius dan disiplin, agar materi yang disampaikan dapat menjadi bekal dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari maupun menjadi amal bagi kita semua, Karena disini semua Insyaallah mendapat manfaat sebab Peserta dan Panitia penyelenggara dan pemateri sama-sama menjadi amal ibadah terlebih di Bulan Suci ini.” Ujar beliau Ketua Panitia Anshori mengatakan Pesantren Kilat ini melibatkan pemateri atau narasumber dari sejumlah pihak, kita mengundang Pembina Iman dan Taqwa dari Tamatan Mesir, Pembinaan Mental dan Disiplin dari TNI dan pemateri Motivasi yang profesional. Kepala MTsN Siak, Dra. Meita Yunilda mengungkapakan “kegiatan keagamaan sudah diprogramkan secara rutin dari awal hingga menjelang libur ramadhan. Berbagai amaliyah keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap ramadan oleh siswa-siswi antara lain tadarus Al-Quran, sholat dhuha, kultum menjelang sholat zuhur, sholat zuhur berjamaah, serta khataman Al-Qur’an di samping itu, sebagai wujud kepedulian terhadap peserta didik yang kurang mampu MTsN Siak juga melakukan penerimaan dan penyaluran zakat, infaq dan sadaqah (ZIS) kepada Anak Yatim dan anak yang kurang mampu.” Tutup beliau (AAA)