Mubalig Diminta Berikan Informasi Positif dan Membangun
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Selama Ramadhan para mubalig hendaknya menyampaikan siraman rohani yang bernilai positif dan membangun serta mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban selama ramadhan. Sehingga tujuan syiar Islam untuk menciptakan suasana kondusif dalam rangka mencegah mencegah perbuatan keji d...
Pekanbaru (Humas)- Selama Ramadhan para mubalig hendaknya menyampaikan siraman rohani yang bernilai positif dan membangun serta mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban selama ramadhan. Sehingga tujuan syiar Islam untuk menciptakan suasana kondusif dalam rangka mencegah mencegah perbuatan keji dan mungkar dapat berjalan seperti yang diharapkan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru, Tarmizi Tohor, usai menghadiri silaturrahmi dengan para mubalig yang tergabung dalam Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Kota Pekanbaru, Selasa (3/8) kemarin.
Menurutnya, para mubalig yang jumlahnya mencapai 657 orang akan menyampaikan siraman rohani Ramadhan ke 500 lebih masjid dan mushallah yang ada di kota Pekanbaru. Maka para mubalig dalam penyampaian isi ceramahnya harus lebih menekankan kepada mangajak jamaah untuk mengisi ramadhan dengan perbuatan baik dan memperbanyak amalan.
"Ceramah Ramadhan yang disampaikan oleh para mubalig selama 15 menit itu, hendaknya benar-benar untuk menyampaikan pesan-pesan positif. Jangan sampai informasi yang disampaikan justru mengandug SARA dan perpecahan dikalangan umat Islam," tegas Tarmizi.
Ia menambahkan, dalam menyiarkan agama para dai dan ulama hendaknya dapat menyentuh element masyarakat dengan ceramah yang bernilai positif, mendidik dan bernilai keagamaan. "Themanya tentunya yang berhubungan adengan nuansa ramadhan dan kehidupan sehari-sehari," tutupnya. (msd)