0 menit baca 0 %

Mufakat Nasional IV di Lombok Mulai Digelar

Ringkasan: Matarram (Humas)- Menteri Agama (Menag) Surya Darmaali yang diwakili Kabalitbang dan Diklat Abdul Djamil, Selasa (19/7) membuka secara resmi Musabaqah Fahmi Kutubit Turats (MUFAKAT) IV, di Lotim. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug dengan disaksikan oleh Gubernur NTB Tgh M Zainul Majdi, Direkt...
Matarram (Humas)- Menteri Agama (Menag) Surya Darmaali yang diwakili Kabalitbang dan Diklat Abdul Djamil, Selasa (19/7) membuka secara resmi Musabaqah Fahmi Kutubit Turats (MUFAKAT) IV, di Lotim. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug dengan disaksikan oleh Gubernur NTB Tgh M Zainul Majdi, Direktur Pontren Chairul Fuad Yusu, Ka Kanwil Kemenag se Indonesia, dan sekitar 1.400 santri yang akan memeriahkan event tersebut. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB H Lalu Suhaimi Ismy di Mataram, mengatakan, acara yang akan berlangsung 19- 24 Juli 2011 tersebut akan diikuti sekitar 1.400 santri dari 33 pondok pesantren seluruh Indonesia. Para peserta ditempatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Wathan (NW) Pancor, Lombok Timur. Menurut dia, Mufakat IV 2011 yang berlangsung selama sepekan itu akan diisi dengan berbagai mata lomba, yakni untuk tingkat Ula (awaliyah) atau dasar dengan peserta santri tingkat Madsarah Ibtidaiyah (MI) adalah lomba membaca dan memahai kitab fiqh, sirah (sejarah), aqidah/ ahlak dan kitab nahwu sharaf. Sementara untuk Wustha dengan peserta santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang akan mengikuti cabang memahami kitab Fiqh, Sirah, Aqidah/Akhlak, Nahwu Sharaf, hadits, tafsir dan balaghah, sedangkan untuk Ulya dengan peserta santri Madrasah Aliyah sama dengan Wustha. Sementara untuk Provinsi Riau sendiri, seperti yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemanag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, didampingi Kabid Pekapontren, Drs H Ruslan S HI dan Kasi Pengembangan Santri Herra Firmansyah S Ag, kontingen Riau akan mengikuti semua cabang yang diperlombakan. "Kontingen Provinsi Riau terdiri dari 70 orang santri yang berasal dari beberapa Pondok Pesantren di Riau seperti Pondok Pesantren Albadar Kampar, Al Us wha Pekanbaru, Pondok Pesantren Umar Bin Khatap Pekanbaru, Pondok Pesantren Albhakiyah Inhil dan Pondok Pesantren Darul Istiqomah Inhil," jelasnya. Asyari mengungkapkan kontingen Riau tersebut yang akan ikut berlaga menguji kemampuan di bidang Ula tingkat SD (Fiqih, Nahwu, Tarikh dan Aklak), Wustha tingkat SMP (Fiqih, Nahwu, akhlak, tarikh, afsir, tafsir, hadist, dan balaghah) dan Ulya tingkat SMA (Fiqih, nahwu, aklahk, tarikh, tafsir, hadist, Usul Fiqih dan Balaghah). (msd) Bidang Ilmu MQK: 1. Tafsir 2. Fiqih 3. Hadist 4. Nahwu 5. Akhlaq 6. Ashul Fiqih 7. Tarikh 8. Balaghah. Nama Cabang & Kitab MQK: I. Marhalah Ula (usia maksimal 14 tahun) 1. Sulamut Taufiq 2. Al Jurumiyah 3. Ta`limul Muta`allim 4. Khulashah Nurul Yaqin. II. Marhalah Wustha (usia maksimal 17 tahun) 1. Tafsirul Jalallain 2. Fathul Qarib 3. Subulus Salam 4. Imrithi 5. Kifayatul Athqiya 6. Al- Waraqat 7. Ar Rakhikul Makhtum 8. Ukudul Juman. III. Marhalah Ulya (usia maksimal 20 tahun) 1. Ibnu Katsir 2. Fathul Muin 3. Syarah Nawawi`ala Shahih Muslim 4. Ibnu Aqil 5. Ihya Ulumuddin 6. Ghayatul Wushul 7. Ibnu Hisyam 8. Al- Jauharul Maknun. IV. Marhalah Aliy (usia maksimal 23 tahun) 1. At- Thabari (Jami Al bayan) 2. Al Um 3. Fathul Bari` 4. Al- Asymuni 5. Al- Hikam 6. Jam`ul Jawamik 7. Rarikh Bidayah Wa Nihayah 8. Jawahirul Balaghah.