Kampar (Kemenag) – Rutinitas apel pagi
kali ini Kamis (24/07/2025) diawali dengan meneriakkan 5 Budaya Kerja
Kementerian Agama RI terlebih dahulu. Dengan masing-masing simbolik tangan tiap
kata Budaya Kerja tersebut, membumbungkan kembali semangat para pegawai Kantor
Kemenag Kampar sebelum terjun ke ruangan dan pekerjaan masing-masing.
5 Budaya Kerja Kementerian Agama
tersebut adalah Integritas dengan symbol tangan kanan menyilang ke dada kiri. Profesionalitas
dengan symbol jari jempol dan telunjuk membentuk lingkaran menyisakan tiga jari
lainnya tetap berdiri, lalu ada Inovasi dengan tanda 2 jari telunjuk dan jari
tengah membentuk seperti salam hormat yang diletakkan di kepala kanan. Lanjut dengan
Tanggung Jawab dengan symbol 2 tangan menyilang depan dada, dan terakhir
Keteladanan dengan symbol tangan kanan mengepal lalu dibungkus oleh tangan kiri
posisi depan badan.
Sebagai penerima apel yakni Penyelenggara
Zakat dan Wakaf, Muhammad Ali, menerangkan sedikit banyak tentang salah satu
dari 5 Budaya Kerja tersebut yaitu Integritas. Beliau mengatakan sedikit filosofi
kenapa symbol integrity tersebut ialah tangan kanan yang menyentuh dada kiri.
“Kenapa posisinya demikian? Hal tersebut
dikarenakan integritas berasal dari hati. Integrity kita sebagai ASN itu
dikaitkan dengan posisi kita sebagai subject hukum, yang diikat oleh
aturan-aturan yang ada. Untuk mengetahui nikmatnya posisi ASN kita saat ini silahkan
dengan cara bertanya kepada yang masih belum ASN. Integritas juga adalah bentuk
bersyukur, mensyukuri apa yang kita punya,” terang Ali.
Integritas dan rasa syukur memiliki
hubungan yang erat. Integritas, yang mencerminkan kejujuran dan konsistensi antara tindakan
dan perkataan, dapat diperkuat dengan rasa syukur. Rasa syukur membantu seseorang untuk menghargai apa yang dimilikinya, baik
dalam situasi sulit maupun senang, sehingga mendorongnya untuk tetap berpegang
pada prinsip-prinsip integritas.
Beliau juga mengapresiasi atas
kehadiran dan inovasi-inovasi dari pegawai Kantor Kemenag Kampar yang sudah
sangat terlihat sepak terjangnya beberapa waktu belakangan ini. Kementerian
Agama bisa dibanggakan dan terdepan dalam memberikan dampak dalam bidang
keagamaan. Personality dari Kementerian Agama hari-hari ini tidak lagi berasal
dari Sekolah Tinggi yang berhubungan dengan agama. Kementerian Agama telah
terdiri dari seluruh komponen yang terdiri dari kompetensi-kompetensi non-keagamaan.
Selain itu, Muhammad Ali juga menyinggung tentang bagaimana pentingnya moderasi
beragama dalam menentukan arah bangsa.
Sebelum menutup amanatnya, Penyelenggara
Zakat dan Wakaf tersebut menginformasikan bahwa dalam waktu dekat, Unit
Pengumpu Zakat (UPZ) akan segera meyalurkan kembali bantuan untuk mustahiq pada
periode Triwulan ke 2 tahun ini.
“Alhamdulillah, sebentar lagi akan
kita bagikan. Dan Seksi Zakat Wakaf juga merupakan satu-satunya seksi dengan kegiatan
social ekonomi nya yang menyentuh langsung ke masyarakat. Dan zakat kali ini
merupakan hasil kumpulan dari potongan gaji para pegawai di Kantor,” ujarnya.
(Cicy)