0 menit baca 0 %

Muhammad Isam: Antusias Anak Anak Magrib Mengaji

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam upaya membumikan kembali tradisi keagamaan di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, kembali menggelar kegiatan Magrib Mengaji di Surau Nurul Jadid, Desa Kampung Baru, pada Senin malam (4/8).Kegiatan yang berl...

Kuansing (Kemenag) — Dalam upaya membumikan kembali tradisi keagamaan di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, kembali menggelar kegiatan Magrib Mengaji di Surau Nurul Jadid, Desa Kampung Baru, pada Senin malam (4/8).

Kegiatan yang berlangsung selepas salat Magrib tersebut diikuti antusias oleh anak-anak, remaja, hingga beberapa orang tua yang turut mendampingi. Dengan penuh semangat, Muhammad Isam membimbing para santri dalam membaca dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an, serta memberikan penjelasan tentang adab membaca Al-Qur’an dan pentingnya menghidupkan waktu magrib dengan kegiatan ibadah.

Dalam sambutannya, Isam menyampaikan bahwa kegiatan Magrib Mengaji ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari pembinaan mental dan spiritual generasi muda agar mencintai Al-Qur’an sejak dini.

 “Menghidupkan waktu Magrib dengan mengaji merupakan tradisi mulia yang perlu kita jaga. Ini bukan hanya bentuk ibadah, tapi juga ikhtiar menciptakan generasi Qur’ani di desa kita,” ungkap Isam penuh harap.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin penyuluhan keagamaan yang digalakkan oleh KUA Kecamatan Sentajo Raya, di bawah kepemimpinan Kepala KUA Rindra Febrian, S.Fil. I MH, Program ini menitikberatkan pada pembinaan umat berbasis masjid dan surau, serta pemberdayaan penyuluh agama sebagai garda terdepan pembinaan masyarakat di tingkat desa.

Kepala Dusun setempat, dalam kesempatan yang sama, memberikan apresiasi atas konsistensi dan dedikasi Muhammad Isam dalam membina masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dan mendapat dukungan lebih luas dari masyarakat dan tokoh agama desa.

 “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Anak-anak jadi lebih semangat mengaji dan semakin akrab dengan lingkungan surau,” tutur salah satu warga yang turut hadir.

Dengan semangat moderasi beragama, kegiatan Magrib Mengaji di Surau Nurul Jadid bukan hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga, menciptakan suasana religius di lingkungan desa, serta menjadi bentuk nyata peran aktif penyuluh agama dalam membina umat di akar rumput.(RDW)