Kuansing (Kemenag)— Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, kembali melaksanakan program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an. Kali ini kegiatan tersebut digelar di lingkungan SMA Negeri 1 Sentajo Raya, Senin (16/9/2025).
Program ini disambut antusias oleh para siswa, guru, serta pihak sekolah. Tujuannya adalah membekali generasi muda dengan kemampuan dasar membaca Al-Qur’an secara baik dan benar, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap kitab suci sebagai pedoman hidup umat Islam.
Dalam penyampaiannya, Muhammad Isam menegaskan bahwa pemberantasan buta aksara Al-Qur’an merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama untuk mencetak generasi Qur’ani. Ia berharap melalui kegiatan ini para pelajar dapat lebih percaya diri dalam melaksanakan ibadah, serta mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan moral dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita ingin memastikan bahwa anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki bekal spiritual yang kuat. Membaca dan memahami Al-Qur’an adalah fondasi penting dalam membangun pribadi yang berakhlak mulia,” ungkap Muhammad Isam di hadapan para peserta.
Kepala SMA Negeri 1 Sentajo Raya, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada KUA Sentajo Raya yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi program. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan misi sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa.
Program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an ini dilaksanakan secara bertahap dengan metode pembelajaran praktis. Para siswa dibimbing langsung dalam mengenal huruf hijaiyah, membaca dengan tartil, serta memperbaiki bacaan yang masih kurang tepat.
Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama, serta harapan agar para siswa terus bersemangat belajar membaca Al-Qur’an. Pihak KUA Sentajo Raya berkomitmen untuk terus melanjutkan program serupa di sekolah-sekolah lain, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.(RDW)