Kuansing (Kemenag)— Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, melaksanakan program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di SMK Negeri 1 Sentajo Raya pada Selasa (17/9/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Agama dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan generasi muda.
Program tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah, guru, dan para siswa. Tujuannya adalah membekali peserta didik dengan keterampilan membaca Al-Qur’an secara baik dan benar, sekaligus menanamkan kecintaan serta semangat mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam arahannya, Muhammad Isam menyampaikan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan bekal mendasar bagi setiap Muslim. “Kita ingin memastikan para pelajar memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an, karena dari sanalah tumbuh rasa cinta, pemahaman, dan pengamalan terhadap ajaran Islam yang mulia,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat. Para siswa dibimbing secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, latihan membaca dengan tartil, hingga perbaikan bacaan yang masih kurang tepat. Metode praktis yang digunakan membuat siswa lebih mudah memahami sekaligus berlatih secara langsung.
Kepala SMK Negeri 1 Sentajo Raya mengapresiasi program ini dan menyampaikan rasa terima kasih kepada KUA Sentajo Raya. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami. Selain menambah wawasan keagamaan, juga memperkuat karakter dan akhlak generasi muda,” ujarnya.
Program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an ini rencananya akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan di sekolah-sekolah wilayah Kecamatan Sentajo Raya. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki pondasi spiritual yang kuat.(RDW)