Kuansing (Kemenag)โ Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dalam penyuluhan keagamaan, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, mengikuti Pelatihan Massive Open Online Course (MOOC) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui platform Kemenag Pintar.
Pelatihan ini dilaksanakan secara daring mulai tanggal 1 Agustus hingga 5 Agustus 2025, dengan materi yang berfokus pada peningkatan kompetensi penyuluh agama, penguatan literasi digital, serta pendalaman nilai-nilai Moderasi Beragama yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama RI.
Muhammad Isam menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam pelatihan ini merupakan bentuk komitmen pribadi dalam meningkatkan kapasitas diri sebagai penyuluh yang adaptif dan profesional di era digital. โMelalui pelatihan ini, saya berharap dapat lebih maksimal dalam memberikan penyuluhan agama secara interaktif kepada masyarakat, serta menjadi agen moderasi beragama yang toleran, inklusif, dan solutif,โ ujar Isam.
Pelatihan MOOC Kemenag Pintar ini memberikan kemudahan bagi para penyuluh agama di seluruh Indonesia untuk mengakses materi secara fleksibel dan mandiri. Selain itu, peserta juga diberikan tugas, kuis, serta forum diskusi untuk memperdalam pemahaman materi yang telah disampaikan.
Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya, Rindra Febrian, sangat mengapresiasi semangat Muhammad Isam dalam mengikuti pelatihan ini. โKami mendukung penuh seluruh penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitasnya. Dengan pelatihan MOOC ini, kita berharap penyuluhan keagamaan di Sentajo Raya semakin berkualitas, relevan, dan menjawab kebutuhan masyarakat saat ini,โ ungkapnya.
Kemenag Pintar merupakan inovasi digital Kementerian Agama dalam menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Platform ini menjadi salah satu solusi untuk pemerataan peningkatan kompetensi ASN dan Non-ASN di lingkungan Kementerian Agama, termasuk para penyuluh agama.
Dengan selesainya pelatihan ini pada tanggal 5 Agustus nanti, diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan penyuluhan di tengah masyarakat, khususnya dalam membina umat agar hidup rukun, damai, dan harmonis sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama dan Pancasila.(RDW)