Kuansing (Kemenag) Dalam rangka meningkatkan kesadaran spiritual umat dan menanamkan nilai-nilai kehidupan yang seimbang antara dunia dan akhirat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, memberikan kuliah tujuh menit (kultum) subuh di Masjid An-Nur, Muaro Sentajo, pada Jumat pagi (1/8).
Kultum Subuh yang mengangkat tema Kehidupan Dunia Boleh Dicari, Kehidupan Akhirat Mesti Kita Persiapkan dengan Sebaik-baiknya ini mendapat perhatian dan sambutan hangat dari jamaah yang hadir. Dalam penyampaiannya, Muhammad Isam menekankan pentingnya umat Islam menjaga keseimbangan antara usaha duniawi dan bekal ukhrawi.
Islam tidak melarang kita mengejar dunia. Bekerja, berdagang, menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah. Namun, jangan sampai kita lupa bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara. Bekal utama yang kita bawa adalah amal ibadah, ketakwaan, dan keikhlasan dalam berbuat baik, ujar Isam dalam kultumnya.
Beliau mengutip firman Allah dalam Surah Al-Qashash ayat 77: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia." Ayat ini menjadi dasar bagi umat Islam untuk tetap produktif dalam urusan dunia namun tidak lalai terhadap kewajiban akhirat.
Jamaah Masjid An-Nur yang terdiri dari berbagai kalangan usia tampak antusias dan khusyuk mendengarkan kultum. Seusai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi ringan dan doa bersama.
Takmir Masjid An-Nur, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kedatangan penyuluh agama Muhammad Isam. Kultum seperti ini sangat bermanfaat sebagai pengingat dan penyegar rohani di tengah kesibukan duniawi kita. Semoga dapat terus berlanjut dan memberi pencerahan bagi umat, ungkapnya.
Kegiatan kultum subuh ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkala oleh KUA Kecamatan Sentajo Raya melalui para penyuluh agama Islam, guna membangun masyarakat yang religius, berilmu, dan berakhlak mulia.(RDW)