Kuansing (Kemenag)– Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. Pada kesempatan kali ini, beliau melaksanakan program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an yang dipusatkan di SMK Negeri 1 Sentajo Raya, Rabu (03/09/2025).
Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa-siswi yang masih membutuhkan bimbingan dalam membaca, memahami, dan melafalkan Al-Qur’an dengan baik dan benar. Program ini dirancang secara sistematis dengan pendekatan pembelajaran yang interaktif, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah, tajwid, hingga praktik membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Muhammad Isam menekankan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam yang harus dipahami sejak dini. Oleh karena itu, upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an merupakan salah satu langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.
"Membaca Al-Qur’an bukan hanya sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga fondasi penting dalam membentuk akhlak mulia dan kepribadian yang berkarakter Islami. Semoga kegiatan ini memberi manfaat dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ujar Muhammad Isam.
Kepala SMK Negeri 1 Sentajo Raya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sangat penting bagi para siswa, mengingat masih adanya peserta didik yang membutuhkan bimbingan intensif dalam membaca Al-Qur’an.
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari KUA Kecamatan Sentajo Raya yang dipimpin oleh Kepala KUA, Rindra Febrian. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam menciptakan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Dengan adanya program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an ini, diharapkan para siswa mampu membaca dan memahami Al-Qur’an secara lebih baik, sehingga kelak dapat mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.(RDW)