0 menit baca 0 %

Muhammad Isam: “Mari Jaga Akidah dan Lindungi Anak dari Pergaulan Bebas serta Narkoba”

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam upaya memperkuat akidah umat dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap generasi muda, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, memberikan tausiyah keagamaan di Surau Nurul Yakin Desa Koto Sentajo Kecamatan Sentajo Raya, pada...

Kuansing (Kemenag)— Dalam upaya memperkuat akidah umat dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap generasi muda, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, memberikan tausiyah keagamaan di Surau Nurul Yakin Desa Koto Sentajo Kecamatan Sentajo Raya, pada Jumat malam ( 1 Agustus 2025).

Tausiyah yang mengangkat tema “Mari Jaga Akidah dan Menjaga Anak-anak dari Pergaulan Bebas serta Narkoba” ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat, orang tua, remaja, dan jamaah sekitar yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara dengan khidmat.

Dalam penyampaiannya, Muhammad Isam menekankan pentingnya menjaga kemurnian akidah Islam di tengah arus globalisasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia mengajak masyarakat untuk kembali menanamkan nilai-nilai tauhid sejak dini dalam keluarga dan lingkungan.

 “Akidah adalah fondasi utama dalam hidup seorang Muslim. Jika akidah sudah goyah, maka mudah sekali anak-anak kita terjerumus pada pemahaman sesat, gaya hidup bebas, bahkan penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, beliau mengajak para orang tua agar aktif mengawasi serta membimbing anak-anak mereka dengan pendekatan agama yang lembut namun tegas. Ia menyebutkan bahwa pergaulan bebas dan narkoba menjadi dua ancaman nyata yang harus diwaspadai karena dapat merusak masa depan generasi muda dan meruntuhkan nilai-nilai moral bangsa.

Dalam tausiyahnya, Muhammad Isam juga menyampaikan pentingnya memperkuat pendidikan agama di rumah, masjid, dan sekolah, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak agar terhindar dari pengaruh negatif.

 “Mari jadikan surau dan masjid sebagai tempat yang ramah anak dan remaja, tempat mereka mendapatkan keteladanan, bukan sekadar tempat ibadah,” pesannya.

Acara ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Muhammad Isam, dengan harapan agar masyarakat Desa Sawah senantiasa dilindungi dari berbagai kemaksiatan dan diberi kekuatan untuk menjaga generasi muda sebagai aset masa depan bangsa dan agama.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan masyarakat dan penyuluhan langsung yang digiatkan oleh KUA Kecamatan Sentajo Raya. Kepala KUA, Rindra Febrian, S.Fil.I., M.H., dalam pernyataan terpisah menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung para penyuluh agama untuk aktif menyapa dan membina umat hingga ke pelosok desa.

 “Penyuluh agama adalah ujung tombak kita dalam menjaga moral dan akidah umat. Kehadiran mereka di tengah masyarakat adalah bentuk nyata komitmen Kementerian Agama dalam menjawab tantangan zaman dengan dakwah yang menyentuh dan solutif,” ujar Rindra.(RDW)