0 menit baca 0 %

Muhammad Isam Rutin Laksanakan Program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi Qur ani di tengah masyarakat. Salah satu upaya nyata yang dilakukan ialah dengan melaksanakan program rutin pemberantasan buta aksara Al-Qur...

Kuansing (Kemenag)– Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi Qur’ani di tengah masyarakat. Salah satu upaya nyata yang dilakukan ialah dengan melaksanakan program rutin pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Surau Nurul Jadid, Desa Kampung Baru Sentajo, yang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat. Selasa 23 September 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan secara terjadwal ini mendapat sambutan positif dari warga, khususnya para orang tua yang berharap anak-anak serta masyarakat dewasa mampu membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam arahannya, Muhammad Isam menegaskan bahwa pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bukan sekadar program belajar membaca huruf hijaiyah, tetapi juga sarana pembinaan akhlak.

"Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam. Dengan bisa membaca dan memahami Al-Qur’an, diharapkan masyarakat semakin dekat dengan nilai-nilai Islam serta memiliki akhlak yang mulia,” ungkapnya dalam salah satu pertemuan di Surau Nurul Jadid.

Program ini juga sejalan dengan visi Kementerian Agama untuk mewujudkan masyarakat yang religius, cerdas, dan moderat, sekaligus mendukung tercapainya keluarga sakinah yang berlandaskan iman dan takwa.

Selain metode pengajaran dasar membaca Al-Qur’an, kegiatan ini turut diisi dengan nasihat keagamaan, motivasi untuk meningkatkan ibadah, serta pembinaan dalam memahami tajwid dan adab tilawah. Hal ini bertujuan agar para peserta tidak hanya bisa membaca, tetapi juga mampu melaksanakan bacaan sesuai kaidah yang benar.

Masyarakat Desa Kampung Baru Sentajo menyampaikan apresiasi kepada penyuluh agama yang konsisten hadir di tengah mereka. Tokoh masyarakat setempat menilai program ini sangat bermanfaat dan diharapkan dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Dengan rutinitas ini, Surau Nurul Jadid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.(RDW)