Kuansing (Kemenag)– Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, mengisi kajian subuh di salah satu masjid wilayah setempat dengan mengangkat tema “Syirik kepada Allah SWT”. Kegiatan ini mendapat perhatian jamaah karena membahas persoalan mendasar dalam akidah Islam yang menjadi pondasi keimanan seorang Muslim. Di masjid Pasar Benai Sabtu 9 Agustus 2025 waktu Subuh.
Dalam penyampaiannya, Muhammad Isam menegaskan bahwa syirik adalah dosa terbesar yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT apabila pelakunya tidak bertaubat. Ia mengutip firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 48:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari syirik itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.”
Beliau menjelaskan bahwa syirik terbagi menjadi dua, yaitu syirik akbar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam, dan syirik asghar yang tidak mengeluarkan dari Islam tetapi mengurangi pahala amal, seperti riya dan sum’ah.
Muhammad Isam mengingatkan jamaah agar berhati-hati terhadap praktik-praktik yang mengandung unsur kesyirikan, baik dalam bentuk ucapan, perbuatan, maupun keyakinan. “Banyak orang yang terjerumus ke dalam syirik karena ketidaktahuan atau mengikuti kebiasaan yang tidak sesuai dengan tuntunan syariat,” ujarnya.
Selain memberikan pemahaman teoritis, beliau juga menyampaikan contoh-contoh nyata di masyarakat yang harus dihindari, seperti mempercayai ramalan, meminta perlindungan kepada selain Allah, atau melakukan ritual yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Kajian subuh ini diakhiri dengan doa bersama, memohon kepada Allah agar senantiasa diberi keteguhan iman, dijauhkan dari perbuatan syirik, dan diberikan kemudahan untuk selalu beribadah dengan ikhlas. Para jamaah menyambut positif materi yang disampaikan dan berharap kajian seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin.
Kegiatan dakwah ini menjadi bagian dari program penyuluhan agama yang dilaksanakan oleh KUA Kecamatan Sentajo Raya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang akidah yang benar, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah umat.(RDW)